Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pemancing Julit yang Tewas di Perangsada, Miliki Riwayat Sakit

I Putu Suyatra • Minggu, 9 Juni 2019 | 21:34 WIB
Pemancing Julit yang Tewas di Perangsada, Miliki Riwayat Sakit
Pemancing Julit yang Tewas di Perangsada, Miliki Riwayat Sakit


BALI EXPRESS, GIANYAR - Hampir sepekan penemuan mayat pemancing ikan julit di Banjar Perangsada, Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar. Korban yang diketahui bernama Suhikmat,57, beralamat tinggal sementara di Lingkungan Candi Baru, Kecamatan Gianyar itu pun dirasa penyebab kematiannya misterius, karena bertepatan pada Kajeng Kliwon dan lokasinya diapit kuburan. Namun, setelah disusuri ternyata korban sendiri sempat kontrol ke rumah sakit dua hari sebelum kejadian. 


 


Hal itu dijelaskan oleh Bendesa Pakraman Perangsada, Jero Mangku Karma saat ditemui Bali Express (Jawa Pos Group) Minggu (9/6). Ia mengaku informasi kondisi korban itu sebelum meninggal diketahui dari pengakuan keluarga korban sendiri. "Katanya dua hari sebelum kejadian Suhikmat ini sempat kontrol ke rumah sakit, untuk memeriksa sakit yang dideritanya. Tapi sakit apa, keluarganya itu tidak mau menjelaskan secara detail," ungkapnya. 


 


Jero Mangku Karma memaparkan kejadian seperti itu di sana terjadi baru pertama kalinya. Sedangkan sebelumnya sama sekali tidak ada kejadian serupa atau yang lainnya. Bahkan di dekat lokasi itu kerap digunakan berolahraga oleh murid sekolah dasar yang ada di sana. Lahan itu juga disebutnya milik desa adat, dimana sering juga digunakan sebagai  petak (tempat upacara pengabenan). 


 


"Lokasinya memang dekat Setra Perangsada yang ada di sebelah utara lapangan itu. Sedangkan di timur sungai ada Setra Tojan, tepat di sungai antara dua setra inilah dia (korban) memasang patok. Kebetulan juga harinya pas Kajeng Kliwon, sehingga menjadi sedikit mistis,"  tukasnya. 


 


Selain itu, Mangku Karma mengaku nama sungai tempat memancing julit itu masyarakat setempat memberi nama Tukad Bangka (Tukad Mati). Asal usul nama itu pun tidak begitu diketahuinya secara pasti, lantaran warga dan lelingsirnya di sana mengenal dengan sebutan tersebut. Meski disebut Tukad Bangka, tak jarang juga warganya mancing maupun mandi di sana. 


 


"Kawasan sungai ini memang dikenal dengan ikan julitnya, tapi jarang yang masang patok. Palingan mancing langsung pakai pales, karena kalau matok kan lama ikannya tersiksa, entah ada pengaruh itu atau tidak saya tidak berani memastikan," ungkapnya. 


 


Sedangkan dikonfirmasi Kapolsek Blahbatuh, Kompol I Ketut Dwikora. SH membenarkan penemuan mayat warga asli Tasikmalaya itu. Sesuai pengakuan pihak keluarga korban, dijelaskan juga korban meninggal disebabkan sakit yang dideritanya kumat saat mengambil patok yang dipasang di Tukad Bangka tersebut. "Pengakuan keluarga karena sakit, dan jenazahnya langsung dipulangkan ke Jawa," jelas Kapolsek. 


 


Disinggung dengan sakit apa yang diderita oleh korban selama  ini, ia pun mengaku pihak keluarga tidak mau menerangkan. Sehingga pada ditemukan mayat korban dan setelah dievakuasi ke rumah sakit langsung dijemput oleh pihak keluarga untuk dipulangkan. "Keterangan keluargnya sakit begitu saja. Atas kejadian tersebut, pihak keluarga menyatakan menerima kematian korban sebagai musibah," tandasnya.


 

Editor : I Putu Suyatra
#gianyar