BALI EXPRESS, GIANYAR - Keluarga I Putu Mertayasa, mewakili Kabupaten Gianyar ke tingkat provinsi dalam penilaian keluarga sukinah. Lokasi penilaian itu pun dilakukan di rumahnya sendiri oleh tim penilaian dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali di Banjar Tegaltamu, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Senin (26/8). Penilaian dilakukan dengan langsung melihat dari keharmonisan keluarga dalam kesehari-harian mereka.
I Putu Mertayasa mengaku sebelum mewakili Kabupaten Gianyar sebagai keluarga sukinah ke provinsi telah beberapa kali penilaian. Mulai dari seleksi tingkat kecamatan, kemudian tingkat kabupaten. "Ini mewakili kabupaten dan kebetulan saya dari Kecamatan Sukawati. Kemarin pas seleksi masuk kreteria dalam kehidupan sehari-hari harmonis, begitu juga ketika ada permasalahan dapat diselesaikan dengan baik-baik," ungkapnya.
Pria yang selaku dosen Pendidikan Kewarganegaraan di IKIP PGRI Bali ini juga mengaku sebelum mewakili kabupaten, terdapat enam peserta lain yang menjadi saingannya. Sehingga saat ini Mertayasa bersama istrinya Ni Made Ratnadi, dua anak dan menantunya dinilai dari tim Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali. Selain dites dengan wawancara, satu keluarga itu pun dilihat kondisi rumah beserta keaktifannya di desa setempat.
Pada tempat yang sama, Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, I Nyoman Lastra pihaknya datang untuk melihat satu keluarga yang sukinah tersebut. Tujuannya tiada lain mengedukasi masyarakat di sekitarnya bahwa keluarga Putu Mertayasa layak dicontoh oleh keluarga yang lainnya. "Ini bukan saja kita gerakkan untuk lomba, namun dalam kenyataan agar bisa bermanfaat dan bisa dicontoh oleh masyarakat yang lainnya," ungkapnya.
Penilaian itu pun akan mencari keluarga sukinah yang terbaik di Bali, selanjutnya mewakili Bali di tingkat pusat. Sehingga ia berharap dari keluarga sukinah ini mampu menurunkan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang ada di Bali. Begitu juga dapat meminimalisir kasus perceraian. "Melalui kegiatan ini juga sebagai langkah memberikan contoh yang baik demi mewujudkan keluarga yang baik, rukun, dan damai," imbuhnya.
Sedangkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar, Ida Bagus Made Oka Yusa Manuaba berharap perwakilannya ini bisa mendapatkan hasil yang terbaik. Ia mengaku bukan juara yang diutamakan, melainkan manfaat dari lingkungan keluarga sukinah tersebut. Mulai dari pengaruh kerukunan yang diciptakan, sampai kualitas sumber daya manusia pada setiap keluarga yang ditularkan.
"Ini sebagai langkah kita mewujudkan keluarga yang tentram dalam kesehariannya. Sehingga kita harapkan juga seberapa jauh satu keluarga ini mengedukasi tetangganya untuk mewujudkan keluarga yanh rukun juga. Di samping nantinya supaya perwakilan Gianyar bisa mewakili Bali sangat luar biasa," imbuhnya.
Editor : I Putu Suyatra