DENPASAR, BALI EXPRESS - Kasus dugaan pengeroyokan dialami oleh Wakil Bendesa Adat Banjar Wangaya Kelod Bagus Kertha Negara, 49, di Gang 4A Selatan Balai Banjar Wangaya Kelod, Jalan Kartini, Denpasar, pada Selasa (1/10) pukul 18.30. Pengeroyokan tersebut terjadi ketika korban baru selesai mengikuti acara yang dibuat seka teruna-teruni (STT) di wilayahnya. Korban pun sudah melaporkan kasus tersebut ke Polresta Denpasar.
Saat ditemui awak media pada Jumat (4/10), Kertha Negara menceritakan, awalnya ia ke Balai Banjar untuk mewakili Bendesa Adat dalam acara STT. Menurutnya, acara sangat bagus. Pun berjalan lancar dan tertib. “Saya sangat apresiasi acara tersebut," ungkapnya.
Usai acara, ia tak langsung pulang, tetapi mengobrol dengan beberapa rekan dan keluarganya. Pada saat pulang, ia bertemu dengan rekan lainnya di luar balai banjar. "Setelah saya keluar dari balai banjar dan pulang, di selatan rumah bertemu rekan-rekan yang bertanya acaranya bagaimana, ya saya cerita bagus sekali,” ujarnya.
Namun tak disangka, ia mengaku mendegar teriakan dari arah bali banjar. Ketika sedang mengobrol, tiba-tiba dari arah banjar ada orang berteriak. “Woy, ini mobil saya siapa yang pindahin," katanya menirukan.
Karena Kertha Negara merasa tidak ada kepentingan dan tidak merasa memindah mobil dia tidak bereaksi. Namun tanpa tedeng aling-aling, tiba-tiba pelaku menyerang dari belakang. “Saya langsung diserang. Ada yang nendang saya, ada yang mukul saya, HP saya hilang," beber Kertha.
Pria paro baya itu mengaku dikeroyok sekitar 15 menit. Ia memperkirakan ada puluhan orang mengeroyoknya. Namun hanya tiga yang dikenal jelas. "Yang jelas-jelas saya lihat memukul ada tiga orang. Sepertinya ada puluhan lagi yang saya tidak tahu, mungkin dari luar desa kami," lanjutnya seraya mengatakan diduga adri ormas tertentu.
Korban mengaku sebelumnya tak ada masalah dengan pelaku. Juga soal mobil, ia tak pernah memindahkan. "Kalau saya memindahkan mobil, logikanya kan saya harus pegang kuncinya,” katanya.
Kertha Negara pun mengaku sudah melapor ke Polresta Denpasar usai kejadian. "Saya harap karena kita ini negara hukum, pihak kepolisian segera memroses hal ini dan menangkap pelaku," harapnya.
Sementara itu, Kapolresta Denpasar Kombespol Ruddi Setiawan ketika dikonfirmasi tak berbicara banyak. Ia membenarkan kasus tersebut dan masih ditangani. "Iya kasus tersebut masih dalam pendalaman, masih dalam penyelidikan," ujar mantan Kapolres Badung itu.
Editor : Nyoman Suarna