Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

TPA Bengkala Terbakar, Diduga Dipicu Musim Kemarau

Nyoman Suarna • Senin, 21 Oktober 2019 | 02:51 WIB
TPA Bengkala Terbakar, Diduga Dipicu Musim Kemarau
TPA Bengkala Terbakar, Diduga Dipicu Musim Kemarau


KUBUTAMBAHAN, BALI EXPRESS - Kebakaran menimpa lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bengkala yang berlokasi di Desa Bengakala, Kecamatan Kubutambahan, Minggu (20/10) sekira pukul 01.00 Wita. Akibatnya, hingga Minggu (20/10), asap tebal masih menyelimuti areal TPA Bengkala.


Pantauan Bali Express (Jawa Pos Group), kepulan asap masih terlihat jelas pada pukul 13.00 Wita. Sejumlah mobil pemadam kebakaran tampak lalu lalang untuk melakukan pemadaman di areal TPA Bengkala. Belasan pegawai Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga disiagakan untuk memantau perkembangan titik api.


Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Ariston Adhi Pamungkas menjelaskan, belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya kebakaran di lahan TPA seluas 30 meter persegi. Namun pihaknya menduga kondisi ini dipicu oleh musim kemarau yang membuat tumpukan sampah menjadi rentan terbakar.


“Kemungkinan sampah bekas korek gas yang memicu kebakaran. Bisa juga punting rokok pemulung yang dibuang sembarangan menjadi sumber api. Selain itu, sampah yang belum dipilah juga turut andil memicu kebakaran,” ujar Ariston saat ditemui di lokasi, Minggu siang.


Sedikitnya, pemadam kebakaran menghabiskan 4 tangki air saat proses pemadaman dimulai sejak pukul 01.00 Wita hingga pukul 12.00 Wita. Kendati demikian, pihaknya juga membantu proses pemadaman dengan menggunakan sumber air dari kantor TPA.


Proses pemadaman di areal TPA, sebut Aroston, bukanlah perkara mudah. Sebab, kondisinya mirip seperti lahan gambut yang terbakar. Di permukaan sama tidak terlihat titik api. Namun asap tetap saja mengepul dari bawah.


Ariston menyebutkan, saat ini pihaknya belum menerima komplain dari warga sekitar TPA Bengkala. Jika ada masyarakat yang keberatan, pihaknya meminta segera melaporkan kepada Dinas Lingkungan Hindup agar segera ditangani.


Disinggung keberadaan Hydrant, Ariston tak menampik di areal TPA belum tersedia. “Hydrant memang belum siap. Tapi kami punya pompa air yang debitnya lumayan besar, sehingga kami bantu proses pemadaman,” jelasnya.


Sejatinya, kebakaran di TPA Bengkala sudah beberapa kali terjadi. Ia menyebut areal TPA memang beresiko tinggi mengalami kebakaran. Disinggung terkait kondisi TPA yang overload, pihaknya mengklaim sudah menggunakan teknik penanganan.


“Kalau overload, kami sebenarnya sudah pakai teknik. Setelah sampah datang, kami ratakan, padatkan kemudian tutup dengan tanah. Selain mengurangi tebaran sampah liar dan bakteri, juga untuk mengurangi resiko kebakaran,” tutupnya.

Editor : Nyoman Suarna
#singaraja