Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Overload, TPA Bengkala Hanya Bertahan Tiga Tahun Lagi

Nyoman Suarna • Selasa, 11 Februari 2020 | 02:58 WIB
Overload, TPA Bengkala Hanya Bertahan Tiga Tahun Lagi
Overload, TPA Bengkala Hanya Bertahan Tiga Tahun Lagi


SINGARAJA, BALI EXPRESS - Kapasitas penampungan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Bengkala, Kecamatan Kubutambahan mulai overload. Jika tak segera diatasi, tiga tahun mendatang TPA ini tak akan lagi mampu menampung sampah. 


Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng saat ini mulai mengambil ancang-ancang untuk mengantisipasi overload-nya TPA Desa Bengkala. Rencananya, DLH Buleleng akan membangun TPA berlokasi di Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Pembangunan TPA di Desa Patas itu rencananya akan memanfaatkan lahan asset milik Pemprov Bali seluas 22 hektare yang saat ini masih menunggu persetujuan hibah dari Gubernur Bali.


Kepala DLH Buleleng Putu Ariadi Pribadi menjelaskan,  rata-rata dalam sehari sampah yang masuk ke TPA Bengkala mencapai 137 ton. Jumlah itu dari total timbulan sampah di Buleleng mencapai 300 ton lebih per hari. Dengan asumsi setiap orang menghasilkan sampah 0,5 Kg.


"Kami sudah dorong masing-masing desa melakukan penanganan sampah di sumbernya dengan memilah sampah. Cara ini saya rasa bisa menekan sampah yang masuk ke TPA Desa Bengkala yang sudah overload," kata Ariadi Pribadi, Senin (10/2), ditemui di ruang kerjanya.


Terkait rencana pembangunan TPA di atas lahan seluas 22 hektare milik Pemprov Bali di Desa Patas, menurut Ariadi Pribadi, Pemkab Buleleng melalui Bupati Buleleng sudah mengajukan permohonan hibah ke Gubernur Bali pada 6 Januari 2020. Saat ini masih menunggu persetujuan hibah dari Gubernur Bali.


"Mudah-mudahan segera direalisasikan sehingga bisa dibangun TPA dengan komitmen sampah yang nanti masuk ke TPA di Desa Patas adalah residu, artinya sampah yang sudah tidak punya nilai ekonomis. Makanya, untuk penanganan sampah di sumber itu harus maksimal, biar tidak seperti sekarang. Semua jenis sampah masuk ke TPA di Bengkala," jelas Ariadi Pribadi.


Pihaknya berharap usulan permohonan hibah itu segera terealisasi. Dengan harapan, persoalan sampah di Buleleng segera bisa tertangani dengan baik. "Target pembangunan menunggu persetujuan hibah. Kami sudah ajukan permohonan, dimohon penuh itu (lahan 22 hektare dimohonkan penuh)," ungkap Ariadi Pribadi.


Sembari menunggu persetujuan hibab, DLH Buleleng saat ini sedang menyusun pra desain pembangunan TPA di Desa Patas. Menurut rencana, dalam pembangunan TPA, selain ada lokasi penampungan sampah, akan ada penghijauan di sekitar lokasi TPA. "Kalau disetujui, nanti dari 22 hektare rencana 10 hektare untuk TPA, sisanya mungkin akan dimanfaatkan untuk energy listrik dari sampah, dan ada penghijauan untuk mengelilingi lokasi TPA," pungkas Ariadi Pribadi.

Editor : Nyoman Suarna
#singaraja