Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tarif Rp 50 Ribu, Jalan Bung Tomo Jadi Kawasan Prostitusi

Nyoman Suarna • Kamis, 13 Februari 2020 | 01:52 WIB
Tarif  Rp 50 Ribu, Jalan Bung Tomo Jadi Kawasan Prostitusi
Tarif Rp 50 Ribu, Jalan Bung Tomo Jadi Kawasan Prostitusi


DENPASAR, BALI EXPRESS -  Sudah menjadi rahasia umum bahwa kawasan Jalan Bung Tomo menjadi tempat mangkal pekerja seks komersial (PSK). Namun tak hanya itu, kawasan ini juga menjadi tempat perjudian dan tempat mangkal pedagang kaki lima. Tak heran jika kawasan ini menjadi kumuh.


Terkait dengan PSK, pada akhir Januari, tiga PSK ditangkap di kawasan itu, dan disidang di Pengadilan Negeri Denpasar. Dalam persidangan terungkap bahwa PSK ini bertarif sangat rendah, sekitar Rp 50 ribu hingga Rp 30 ribu sekali 'pakai'. Para PSK ini berdiri di pinggir jalan menunggu pelanggan yang datang. Kemudian mereka mengajak pelanggannya untuk 'bermain' di semak-semak.


Persoalan ini pun kerap menguras keringat petugas Satpol PP Kota Denpasar, lantaran para PSK kucingan-kucingan. Kasatpol PP Kota Denpasar, Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan, saat ini kawasan Jalan Bung Tomo merupakan PR terberat bagi Satpol PP Kota Denpasar. Sebab, di kawasan tersebut ada beberapa penyakit masyarakat yang perlu mendapat penanganan serius. "Ini memang berat tapi kami berupaya untuk terus melakukan penertiban," katanya.


Sayoga menyebut, di kawasan tersebut juga terdapat tempat perjudian, praktek prostitusi terselubung, pedagang kaki lima yang melanggar Perda, hingga pemukiman kumuh. "Bung Tomo jadi PR terberat kami. Di kawasan itu ada judi, ada praktek prostitusi terselubung, pemukiman kumuh, pedagang kaki lima, ada gudang juga. Itu persoalan yang sangat krusial," kata Sayoga saat ditemui di kantornya, Rabu (12/2) siang.


Untuk menyelesaikan persoalan ini, lanjutnya, pihaknya tak bisa bergerak sendiri. Ia menyebutkan, pihaknya beberapa kali telah melakukan penertiban terhadap pedagang kaki lima yang melakukan pelanggaran, akan tetapi ada oknum yang mengakomodir dan mendatangkan pedagang. "Mengatasi persoalan ini, kami  butuh dukungan dari semua pihak, mulai dari aparat terbawah seperti kelian banjar dan yang terkait," katanya seraya mengaku telah beberapa kali mengamankan PSK di tempat itu.

Editor : Nyoman Suarna
#prostitusi #denpasar