Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Potong Kayu, Tukang Sensor asal Payangan Tewas Tertimbun Longsor

Nyoman Suarna • Selasa, 3 Maret 2020 | 01:41 WIB
Potong Kayu, Tukang Sensor asal Payangan Tewas Tertimbun Longsor
Potong Kayu, Tukang Sensor asal Payangan Tewas Tertimbun Longsor


GIANYAR, BALI EXPRESS –Seorang tukang sensor kayu, I Nyoman Suardana, 50, asal Banjar Kerta, Desa Kerta, Kecamatan Payangan tewas setelah tertimbun tanah longsor, Senin (2/3). Ia tertimbun longsoran tanah jalan saat hendak memotong kayu di sebuah proyek di wilayah desa setempat.


Salah satu rekan kerja korban, I Made Junarta menjelaskan, ketika itu mereka bekerja di lahan yang akan dijadikan proyek. Mereka bekerja bertiga, yaitu I Made Junarta sendiri, I  Made Parwata, dan korban I Nyoman Suardana. “Kami baru melanjutkan pekerjaan tadi pagi (Senin, Red),  untuk memotong pohon besar yang ada di areal sungai. Supaya nanti bisa dipasangi cakar ayam sebagai penahan jalan proyek. Karena sebelumnya libur Kuningan, jadi tadi pagi dilanjutkan,” jelasnya saat ditemui di rumah duka.


Saat kejadian, terang Junarta, dia bertiga ada di lokasi kejadian. “Kami bertiga ada di bawah memotong kayu. Saat itu tanah sudah bergerak, sempat saya tepuk pundaknya Nyoman Suardana agar bergeser. Karena mesin sensor masih hidup, kemungkinan tidak didengar. Kejadian begitu cepat, saya langsung masuk ke goa di dekat lokasi,  Parwata lari ke selatan dan Nyoman Suardana saya kira ikut lari juga karena saya sudah masuk goa yang sekejap gelap tertimbun tanah,” ungkapnya.


Lanjut Junarta, saat goa gelap ia langsung berusaha keluar dengan menggali tanah. Saat berhasil keluar ia memanggil dua orang rekannya. Sehingga Parwata menjawab dari arah selatan, dan Suardana sendiri tidak ada menjawab sama sekali. Selanjutnya mereka berdua pun sempat memanggil-manggil Suardana.


“Selanjutnya kami juga lihat di sekeliling tanah yang longsor itu, sekitar 30 menit lamanya. Parwata melihat ada sebuah tangan dan dia langsung pingsan. Sedangkan saya sendiri berusaha menggali Suardana sampai di bagian pinggangnya. Ia tertimbun 50 centimeter di dalam tanah dari wajah, dan badan sama kaki itu tertimbun sekitar 1,5 meter,” ungkapnya.


Setelah berhasil menggali Suardana, ia pun sempat menghubungi rekannya dan meminta bantuan kepada warga setempat. Selanjutnya Suardana yang sudah tidak bernapas sempat dilarikan ke UPT Kesmas Payangan, namun nyawanya tidak tertolong. “Yang longsor itu tanah bekas dieskavator dan menjadi jalan. Pinggiran tanah itu longsor, padahal tidak ada hujan, mungkin tanahnya labil akibat hujan tadi malam,” imbuhnya.


Saat ini jasad korban sudah dibawa ke rumah duka dan langsung diupacarai di Kuburan Banjar Kerta. Almarhum meninggalkan seorang istri Ni Wayan Wiandi, dan seorang putra I Wayan Doni. Sehari-hari korban dikenal sebagai pekerja keras. Selain menjadi tukang sensor kayu, Suardana juga bekerja sebagai tukang bangunan dan petani.


Sementara itu, Kapolsek Payangan AKP I Gede Sudyatmaja menjelaskan, tanah longsor yang mengakibatkan hilangnya nyawa Suardana murni kecelakaan kerja. “Murni kecelakaan kerja dan korban sudah di rumah duka. Jalan tersebut milik adat, digunakan menuju perkebunan,” tandasnya.

Editor : Nyoman Suarna
#tewas #gianyar #polsek payangan