Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tak Ada Larangan "Nangkil" ke Pura Besakih, Tiap Rombongan 25 Orang

Nyoman Suarna • Selasa, 7 April 2020 | 00:27 WIB
Tak Ada Larangan
Tak Ada Larangan


AMLAPURA, BALI EXPRESS – Puncak karya atau upacara Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Besakih, Rendang, Karangasem, jatuh pada Selasa (7/4), tepat pada Purnama Kadasa. Sudah dipastikan, suasana jalannya upacara akan berbeda dengan tahun sebelumnya karena ada pembatasan jumlah orang selama pandemi Covid-19.


Panitia memutuskan tetap melangsungkan upacara, tetapi hanya melibatkan panitia upacara dalam prosesinya. Bagaimana dengan umat yang hendak nangkil atau datang sembahyang ke Besakih?


Ketua umum panitia upacara Jro Mangku Widiartha menegaskan, tidak ada larangan nangkil bagi umat Hindu Bali khususnya. Pelaksanaan persembahyangan selama berlangsungnya upacara tetap seperti tahun sebelumnya. Tapi panitia membatasi jumlah orang tiap rombongan menjadi 25 orang. 


Mereka yang datang alias nangkil ke pura diwajibkan menerapkan physical distancing atau mengatur jarak fisik antar-orang. "Sesuai imbauan pemerintah, ada hal-hal yang diatur dalam pelaksanaan upacara. Dengan membatasi jumlah orang yang terlibat di dalamnya," ujar Mangku Widiartha, Senin (6/4).


Jadi ini sekaligus menjawab pertanyaan masyarakat yang ingin nangkil selama pelaksanaan Ida Bhatara Turun Kabeh. Untuk diketahui, rangkaian upacara telah diringkas. Dari awalnya berakhir akhir April, kini hanya berlangsung sampai 14 April mendatang.


Dalam hal ini, panitia telah mengatur skema bagi umat yang akan melakukan persembahyangan di Pura Penataran Agung Besakih. Misalnya, soal jumlah orang dan pengaturan jarak duduk. "Selaku panitia, kami bakal berusaha maksimal mengikuti imbauan pemerintah."


Di sisi lain, panitia karya sudah menyiapkan tempat cuci tangan lengkap dengan peralatan lainnya. Upaya sanitasi selama ini sudah diterapkan sejak awal persiapan upacara. Bahkan beberapa ritual yang telah berlangsung juga telah dilaksanakan dengan menerapkan jarak fisik dan jumlah orang.


"Penyemprotan disinfektan juga sudah. Perlengkapan untuk sanitasi sudah. Kami harap masyarakat bisa menerimanya dan membantu melaksanakan dengan tertib. Kami berharap upacaranya berjalan lancar," pungkas Bendesa Adat Besakih ini.

Editor : Nyoman Suarna