Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Lanang Mantra Sulap Galon Minyak Jadi Tas Jinjing

Nyoman Suarna • Selasa, 28 April 2020 | 02:05 WIB
Lanang Mantra Sulap Galon Minyak Jadi Tas Jinjing
Lanang Mantra Sulap Galon Minyak Jadi Tas Jinjing


AMLAPURA, BALI EXPRESS - Ide bagi seniman bisa muncul kapan saja. Bahkan jika punya kemampuan lebih dalam mendaur ulang barang bekas, sampah pun bisa jadi barang baru, seperti I Gusti Lanang Mantra.


Pasar Desa Menanga, Kecamatan Rendang, Karangasem tampak seperti biasanya. Beberapa kios dan lapak pedagang memang masih buka. Termasuk salah satu kios milik I Gusti Lanang Mantra yang dijadikan art shop. Pria berkacamata dengan kumis khasnya itu masih setia menunggu sambil memperhatikan orang lalu-lalang di pasar. 


Namun ada satu kerajinan di dalam art shop-nya yang baru saja dipajang. Ya, ada tas jinjing berbahan plastik yang baru saja dikerjakan pria yang akrab disapa Lanang Mantra ini. Pria asli Desa Menanga ini memang dikenal orang sebagai seniman daur ulang.


Beberapa karyanya sudah dipertunjukkan kepada khalayak di berbagai kesempatan. Terbaru Maret lalu, jelang perayaan Nyepi Saka 1942, Lanang Mantra ikut bersama ST Kriyaduta Banjar Buyan Desa Menanga membuat ogoh-ogoh berbahan plastik.


Kecintaannya akan seni daur ulang, menjadi kebiasaan dalam kehidupannya. Setiap ada celah, dia pasti akan mengerjakan sesuatu, selagi ada ide segar yang muncul di benaknya. Terbukti, galon bekas minyak kelapa dia sulap jadi tas jinjing, tas yang bisa dipakai untuk berbelanja.


Menariknya, ide tersebut muncul setelah melihat tumpukan galon minyak yang tak terpakai di rumahnya. Tidak heran, galon itu dia peroleh karena sang istri sehari-harinya berjualan pisang goreng. Daripada menumpuk tidak karuan, Lanang Mantra memilih mengolahnya jadi barang baru.


"Ide biasanya muncul secara tiba-tiban, seperti membuat tas memakai bahan bekas galon minyak goreng ini. Kebetulan di rumah banyak numpuk galon karena istri jualan pisang goreng. Dari sanalah akhirnya muncul membuat tas ini," ucap Lanang Mantra disambangi di art shop miliknya.


Bahan bakunya bukan cuma itu. Bahan lain seperti kain jeans bekas juga dipakai untuk melapisi bagian luar galon. Dengan kemampuannya mengolah, galon yang tadinya tidak terpikirkan akan jadi tas, justru terlihat menarik akibat tangan dingin Lanang. "Supaya lebih cantik terlihat," sambung Lanang.


Lanang juga sibuk membuat sepatu berbahan baku kain jean bekas. Hasil karyanya ini ditaruh di art shop-nya untuk ditawarkan kepada pembeli. Dia mengakui, masa pandemi ini membuat dirinya harus pintar mencari celah dan tidak boleh berhenti berkreativitas. Dia berpesan, masa sulit ini akan dapat terlewati jika seorang tidak berhenti berbuat hingga mampu menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.


"Kalau ada yang minat dan ada yang membelinya, saya akan jual. Saya juga masih terus membuat ogoh-ogoh mini dan kerajinan yang lainnya," terang Lanang Mantra.

Editor : Nyoman Suarna
#pandemi covid-19