Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tempat Melukat di Pura Tirta Empul Mulai Dikunjungi

Nyoman Suarna • Selasa, 2 Juni 2020 | 00:00 WIB
Tempat Melukat di Pura Tirta Empul Mulai Dikunjungi
Tempat Melukat di Pura Tirta Empul Mulai Dikunjungi


GIANYAR, BALI EXPRESS – Tempat melukat di Pura Tirta Empul Tampaksiring, Gianyar saat ini sudah mulai dikunjungi oleh beberapa masyarakat. Meski objek wisata tersebut belum buka secara resmi, mengingat masa pandemi Covid-19 di Gianyar belum berakhir, beberapa warga mulai mendatangi tempat wisata  spiritual tersebut. Di antaranya untuk melukat dan melakukan persembahyangan.



Pemangku Pura Tirta Empul Dewa Aji Mangku Wenten saat ditemui, mengatakan, setiap hari ada yang datang, baik keluarga atau perorangan. Namun tidak seramai, sebelum pandemi mewabah. “Serahina wenten manten tangkil nunas ica, melukat lan nunas tirta. (setiap hari ada saja yang datang sembahyang, melukat dan mohon tirta),” jelas Dewa Aji Mangku, Senin (1/6).



Ia menyampaikan,  melayani pemedek yang tangkil, Dewa Aji Mangku beserta beberapa pemangku lainnya tetap siaga di pura. Sama seperti sebelum pandemi, pemangku secara bergilir bertugas di pura. Termasuk sejumlah krama lanang, juga berjaga di areal pura dan di tempat penglukatan. 



Pantauan koran  ini, jumlah masyarakat yang datang tidak terlalu banyak. Di pancuran tempat panglukatan, tidak sampai terjadi antrian yang mengular, baik rerainan (hari suci) maupun pada hari biasa. Sementara itu, pelayanan tiket yang biasanya menyediakan kamen dan selendang masih tutup.



Begitu juga loker bagi masyarakat yang melukat, juga masih tutup sementara. Salah warga, Ni Wayan Novi, mengaku, datang untuk nunas tirta guna keperluan upacara di rumahnya. “Sempat khawatir kalau belum dibuka, tapi ternyata diperbolehkan untuk keperluan yadnya atau upacara. Semisal sembahyang, melukat dan nunas tirta. Saya lihat tadi memang tidak ada wisatawan sama sekali,” tandasnya.



Editor : Nyoman Suarna
#gianyar #pandemi covid-19