TABANAN, BALI EXPRESS - Sebagai seorang wakil rakyat yang dikenal getol memperjuangkan hak-hak masyarakat di bidang pendidikan, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tabanan, I Putu Eka Nurcahyadi berharap Kabupaten Tabanan memiliki Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di setiap kecamatan.
Hampir setiap tahun ajaran baru, rumah politisi muda ini dipenuhi siswa dan orang tua siswa untuk konsultasi tentang sekolah dan menyampaikan aspirasi. Hal itu membuat ia paham betul keinginan masyarakat di Tabanan.
Menurut Eka Nurcahyadi yang juga Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Marga ini, pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Tabanan harus berbasiskan wilayah dan tata ruang. Perda Tata Ruang Tabanan, menjadi acuan pembangunan sekolah menengah kejuruan. “Kita harus membangun SDM yang mendukung potensi masing-masing kecamatan,” tegasnya Minggu (5/7).
Dicontohkannya, kawasan Kecamatan Kediri dan Marga yang menjadi daerah penyangga pariwisata, sudah memiliki SMK Negeri 2 Tabanan dengan program unggulan Tata Boga. Hanya saja, sekolah tersebut selalu kelebihan siswa saat tahun ajaran baru.
Maka dari itu, pembangunan SMK di seluruh kecamatan sangat potensial untuk dilakukan. “Misalnya saja di Pupuan kita buat Sekolah Program Perkebunan, Baturiti khusus pertanian. Kemudian Kerambitan untuk pengembangan industri kreatif dengan Sekolah Teknologi Informasinya, itu bisa saja dilakukan," imbuhnya.
Ditambahkannya, jika rancangan tata ruang dan wilayah (RTRW) Kabupaten Tabanan telah menetapkan pembangunan Kawasan Nikosake (nira, kopi, salak dan kelapa), dimana kawasan tersebut meliputi 5 Desa di Kabupaten Tabanan, yakni 3 Desa di Kecamatan Pupuan, yaitu Desa Belimbing, Sanda, dan Munduktemu, serta 2 Desa di Selemadeg Barat, yakni Desa Wanagiri dan Desa Lumbung Kauh.
Selain menjadi hamparan agrobisnis, kawasan Nikosake juga akan dikembangkan menjadi kawasan pariwisata berbasis pertanian. Kata politisi asal Marga tersebut, pengembangan inilah ke depan perlu didukung dengan SDM yang kuat. Sehingga masyarakat Tabanan mampu menjadi tuan rumah di tanahnya sendiri.
Selain mampu memproduksi produk pertanian yang berkualitas, Tabanan juga harus mampu melakukan pertanian yang berkelanjutan beserta teknologi pasca panennya. “Kami di Tabanan juga sudah membuat Taman Teknologi Pertanian di Pupuan. Kawasan ini akan tidak boleh diutak – atik lagi. Karenanya kita tidak boleh lagi menjadi petani musiman, harus berkelanjutan. Itu butuh SDM yang andal,” lanjutnya.
Perjuangan Eka Nurcahyadi di bidang pendidika menurutnya bukan kali ini saja, sebab ia juga turut serta berjuang mengawal pembangunan sekolah menengah di Kecamatan Marga. Dari 3 SMK Negeri yang ada di Tabanan, Kecamatan Marga memiliki 1 sekolah yang ia perjuangkan dari tahun 2002 dan dibangun tahun 2003, yang dibangun diatas tanah milik Desa Adat.
Pembangunan SMK itu merupakan perjuangan bersama I Ketut Purnaya yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Bali. SMK itu rata-rata per tahun selalu kelebihan siswa, karena menjadi salah satu sekolah favorit di seluruh Bali.
Kedepan ia ingin desa adat untuk menjadi pendukung utama pembangunan sektor pendidikan. Konsepnya Desa Adat memfasilitasi pengembangan sekolah dengan menyisihkan tanah adat, sehingga nantinya krama adat menjadi prioritas dalam proses penerimaan siswa baru. Jangan sampai ada sekolah yang kelebihan siswa, dan sekolah yang tidak mendapatkan peserta didik.
“Desa adat harus ikut bertanggung jawab membangun SDM di Tabanan. Desa turut mengembangkan fasilitas pendidikan serta generasi muda untuk mengembangkan SMK ini. Karena fasilitas pendidikan ini milik masyarakat seluruh Bali, tetapi masyarakat harus menjadi tuan rumahnya, kearifan lokal harus mendukung,” pungkasnya.
Editor : I Komang Gede Doktrinaya