Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sempat Overload, Kini Print Kain Layangan Celepuk Mulai Landai

Nyoman Suarna • Senin, 3 Agustus 2020 | 04:25 WIB
Sempat Overload, Kini Print Kain Layangan Celepuk Mulai Landai
Sempat Overload, Kini Print Kain Layangan Celepuk Mulai Landai


DENPASAR,  BALI EXPRESS – Musim layangan hampir usai menyusul angin yang mulai reda. Hal tersebut tidak hanya berdampak bagi para penghobi layangan, tetapi juga bagi jasa print layangan, khususnya layangan celepuk yang mulai landai.



Melayangan atau bermain layang-layang hampir digemari oleh seluruh lapisan masyarakat. Saat musim layang-layang tiba, berbagai design layangan akan tampak menghiasi langit pada siang hari. Tidak saja itu, pada malam hari pun ketika cuaca cerah, layang-layang pun masih mengudara. Dilengkapi dengan hiasan lampu, layang-layang itu tampak seperti bintang-bintang yang menghiasi langit Bali.



Saat ini, layangan yang diterbangkan kebanyakan memakai desain celepuk (burung hantu). Desain ini memang tengah hits di kalangan pecinta layang-layang. Berbagai ukuran pun dibuat dan dimodifikasi agar terlihat menarik. Uniknya lagi, selain desain celepuk, ada juga yang membuat desain foto keluarga.



Salah satu pemilik usaha percetakan di Kawasan Panjer, Ketut Ariada dijumpai Minggu (2/8) mengatakan, saat pandemi ini semangat melayangan tidak pudar. Bahkan kreativitas anak muda pun bertambah. Hal tersebut terlihat dari desain layangan yang dibawa ke tempatnya untuk diprint. “Ini lagi musim pandemi, kebetulan juga musim layangan. Kami digital printing ada print kain, ya kami bantu untuk print. Kebanyakan desain yang dibawa ke sini gambar celepuk. Lagi hits sekarang. Tapi ada juga yang bawa desain dengan foto anaknya sampai foto keluarga lengkap,” ujarnya.



Ariada menambahkan, untuk print layangan, pihaknya tidak menerima jasa desain. Ia hanya menerima file yang sudah siap cetak. Untuk ukuran maksimal 2 meter dan panjang kainnya menyesuaikan. “Musim layangan sekarang lagi booming. Sekalian kami adopsi kreativitas anak-anak muda juga. Kami tidak membuat layangan. Mereka bawa file, jadi kami bantu print. Ukuran maksimum lebar 2 meter. Kalau panjang menyesuaikan. Kalau lebarnya lebih dari 2 meter disambung,” kata dia.



Diakui pula, saat puncak musim layangan pada pertengahan Juli, permintaan print layangan sempat membludak. Karyawannya pun harus rela membuang waktu istirahat demi menyelesaikan desain yang mengantre untuk diprint. “Waktu lagi puncaknya, sehari bisa 150 sampai 200 desain yang kami print. Pegawai saya sampai begadang demi kejar target supaya selesai tepat waktu. Tapi sekarag sudah menurun,” tambahnya.



Untuk biaya print dibanderol seharga Rp 25 ribu per meter. Sebelumnya, print layangan tidak pernah dilakukan oleh para pecinta layang-layang. Mereka lebih memilih membuat sendiri dengan metode airbrush. “Print ini baru sekarang, sebelumnya mereka kan buat sendiri. Untuk harga Rp 25 ribu per meter kalau lebih, tinggal dikalikan saja,” sambungnya.



Editor : Nyoman Suarna
#denpasar