Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Gali Permainan Tradisional, Museum Subak Tampilkan Megandu

I Komang Gede Doktrinaya • Rabu, 26 Agustus 2020 | 05:02 WIB
Gali Permainan Tradisional, Museum Subak Tampilkan Megandu
Gali Permainan Tradisional, Museum Subak Tampilkan Megandu


TABANAN, BALI EXPRESS - Museum Subak Tabanan ingin kembali menggali permainan tradisional yang berkaitan dengan tradisi agraris melalui kegiatan Belajar Bersama di Museum Subak. 


Kali ini permainan tradisional yang akan digali adalah Megandu yang akan ditampilkan di areal sawah Museum Subak Tabanan, Rabu (26/8).


Kepala UPTD Museum Subak Tabanan, Ida Ayu Ratna Pawitrani, menjelaskan, melalui kegiatan tersebut pihaknya ingin menggali permainan tradisional yang sering kali dimainkan oleh anak-anak di masa lalu. Dimana mereka bisa tetap riang gembira sekaligus berolahraga, meskipun harus berkotor-kotoran di sawah dan tentunya tanpa gadget seperti sekarang ini. 


"Kebetulan kita ada kontak dengan Banjar Ole, Desa Dauh Puri, Kecamatan Marga, Tabanan, yang ada permainan Megandu, jadi kita coba gali permainan ini," jelasnya saat dikonfirmasi Selasa (25/8).


Dalam kegiatan ini pihaknya akan mendatangkan anak-anak dari Banjar Ole sebanyak 10 orang, untuk kemudian menampilkan permainan Megandu di hadapan para undangan. Diundang juga  Sekaa Teruna di Banjar Sanggulan untuk nantinya turut bermain bersama.


"Kita undang Sekaa Teruna di Banjar Sanggulan sekitar 40 orang, kita sengaja pilih yang usia SMP dan SMA saja," imbuhnya.


Meskipun melibatkan banyak orang, pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Para peserta dan undangan terlebih dulu dicek suhu tubuhnya, kemudian disediakan handsanitizer, bahkan lokasi penampilan permainan tradisional sebelumnya juga disemprot desinfektan. 


Di samping itu, dalam pelaksanaannya nanti tidak sampai ada penumpukan pemain karena anak-anak yang bermain akan dibagi. Sehingga ada yang bermain Megandu, ada juga yang bermain permainan lain yang telah disediakan. "Kita sediakan juga permainan Tajog, kau yang diisi tali dan lainnya, sehingga tidak ada penumpukan pemain," papar Pawitrani.


Menurutnya, kegiatan tersebut juga merupakan usaha dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan untuk mendokumentasikan permainan tradisional Megandu karena kedepannya akan didaftarkan menjadi warisan budaya tak benda.


Dengan kegiatan ini pihaknya pun berharap permainan tradisional bisa digiatkan kembali di masyarakat, agar anak-anak tidak melulu berkutat dengan gadget. Sebab bermain di sawah pun menyenangkan. "Sekaligus kita akan lebih mengenalkan Museum Subak," tandasnya.


Ditambahkannya, kegiatan serupa juga dilakukan tahun 2019 lalu, namun dengan permainan yang lebih sederhana, yakni permainan Goak Maling Taluh. 



Editor : I Komang Gede Doktrinaya