Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Diterjang Banjir, Jembatan Menuju Pura Beji Tukad Cangkir Putus

I Komang Gede Doktrinaya • Rabu, 14 Oktober 2020 | 22:07 WIB
Diterjang Banjir, Jembatan Menuju Pura Beji Tukad Cangkir Putus
Diterjang Banjir, Jembatan Menuju Pura Beji Tukad Cangkir Putus

GIANYAR, BALI EXPRESS - Pasca diterjang banjir, Sabtu (10/10) lalu, jembatan penghubung wilayah Banjar Sengguan Kangin,  Kelurahan Gianyar dengan sebuah Pura Beji terputus. 


Jembatan yang berbahan plat besi dan berpondasikan beton itu amblas, sehingga akses menuju Pura Beji harus menyebrang Sungai  Cangkir. 


Lokasi Pura Beji ini berada di aliran Sungai Cangkir dan harus menuruni anak tangga yang jumlahnya 100 lebih, dan menuju lokasinya melintasi tegalan.


Sampai di aliran sungai, ada jalan setapak yang akan menghubungkan ke lokasi Pura Beji tersebut. Namun, lokasi Beji berada di timur sungai, sehingga perlu menyebrang sungai yang debit airnya besar ketika hujan turun.


Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar, Ngakan Dharma Jati, menjelaskan, jembatan itu dibangun sekitar tahun 2009. "Iya, jembatannya putus menuju Pura Beji Pasiraman waktu hujan deras dan banjir 10 Oktober kemarin. Saya juga sudah turun ke lokasi mengecek," jelasnya, Rabu (14/10). 


Ia mengatakan, selanjutnya akan berkoordinasi dengan PU Kabupaten Gianyar. Sementara untuk menangani, pihaknya baru melakukan assessment saja dan tidak melalukan evakuasi, mengingat lokasi dan kondisi jembatan telah digerus banjir. 


"Jembatannya sepanjang sekitar 15 meter, dan lebar 1,5 meter. Bahannya memakai baja dan plat saja, yang biasanya digunakan sebagai jalan penghubung ke Pura Beji Pasiraman yang diempon oleh 9 kepala  keluarga," tandas Dharma Jati. 



Editor : I Komang Gede Doktrinaya