Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Jero Pengaji Payangan Jadi Destinasi Program 'We Love Bali'

I Komang Gede Doktrinaya • Kamis, 15 Oktober 2020 | 12:00 WIB
Jero Pengaji Payangan Jadi Destinasi Program
Jero Pengaji Payangan Jadi Destinasi Program




GIANYAR, BALI EXPRESS - Jero Pengaji, Desa Melinggih, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, menjadi salah satu destinasi program 'We Love Bali'. 


Para peserta 'We Love Bali' setibanya di Jero Pengaji, Desa Melinggih, akan dijamu dengan tari-tarian Bali yang tetap menerapkan protokol kesehatan, wajib mengenakan masker, wajib mencuci tangan, dan wajib menjaga jarak (3M).


Hal itu diungkapkan pemilik Jero Pengaji, sekaligus pemilik Yayasan Kesenian dan Kebudayaan Bali Yasa Putra Sedana, Dewa Ngakan Rai Budiasa saat ditemui, Rabu (14/10). 


Dewa Ngakan Rai Budiasa menyampaikan syukur bisa dilibatkan dalam agenda pemulihan pariwisata Bali yang didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tersebut.


"Ini sebagai langkah mempromosikan pariwisata Bali ke dunia dan mengajak masyarakat menggunakan dan menerapkan protokol kesehatan. Pesertanya pun merupakan netizen maksimal 50 tahun," bebernya. 


Dewa Ngakan Rai Budiasa mengatakan,  untuk bulan Oktober ini di purinya dapat lima kali kunjungan dari peserta program setiap Kamis sore. "Sebelum ke sini para peserta datang dari Desa Wisata Kerta, Payangan. Sebelum menuju ke Ubud, mereka ke sini terlebih dulu makan malam serta menonton pertunjukan seni tari yang ada," sambungnya. 


Tarian yang dipentaskan terdiri dari Tari Oleg, Barong, dan Tari Rangda.  Waktunya singkat,  hanya  berdurasi sekitar 30 menit dengan penabuh sesuai aturan protokol kesehatan, total 15 sampai 20 orang.


"Tamunya kan 30 orang, jadi total yang ada di sini sebanyak 50 orang saja. Kami juga imbau masyarakat luar tidak nonton. Sampai di lokasi mereka wajib cuci tangan, cek suhu, dan di meja maksimal 4 sampai 5 orang saja," terangnya.


Semantara untuk makanan dibawakan ke meja,  sehingga hanya mengantri di buffe dan yang mengambil waitres. "Menurut saya bagus belajar kesehatan dan kebersihan. Bagi seniman mereka sangat kangen berhias. Kangen pentas, dan ini satu - satunya di Gianyar dilibatkan dalam program ini. Harapan saya supaya  ini menjadi program rutin, sebelum mereka (peserta) tidur di Ubud disini makan," tandasnya. 



Editor : I Komang Gede Doktrinaya
#cucitangan #ingatpesanibupakaimasker #ingatpesanibujagajarak #cucitangandengansabun #satgascovid19 #wajibmenghindari kerumunan #ingatpesanibucucitangan #wajibmenjagajarak #ingatpesanibu #jagajarak #pakaimasker #wajibmencucitangandengansabun #jagajarakhindarikerumunan #wajibmemakaimasker