Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Berpotensi Jadi Wisata Alam, Aliran Tukad Bembeng Ditata  

I Komang Gede Doktrinaya • Senin, 9 November 2020 | 00:32 WIB
Berpotensi Jadi Wisata Alam, Aliran Tukad Bembeng Ditata  
Berpotensi Jadi Wisata Alam, Aliran Tukad Bembeng Ditata  

GIANYAR, BALI EXPRESS-Di tengah pandemi Covid-19 ini, banyak warga membenahi lingkungannya. Seperti dilakukan Sekaa Teruna Dharma Sentana Banjar Gelulung, Sukawati yang menata dan membersihkan Tukad Bembeng setiap minggu, karena dinilai punya potensi untuk dikembangkan menjadi wisata alam.


Kelihan Banjar Gelulung, I Made Angga Artha, mengatakan, gerakan awal revitalisasi ini adalah untuk pelestarian palemahan (lingkungan). “Sudah sejak beberapa pekan lalu ditata, setiap hari Minggu anak-anak muda melakukan giat bersih-bersih di Tukad Bembeng. Kegiatan ini mereka namakan Revitalisasi Tukad Bembeng sebagai salah satu program sekaa taruna peduli lingkungan,” jelasnya, Minggu (8/11).


Selain dari anggota sekaa teruna, aksi itu turut bekerjasama dengan komunitas pecinta lingkungan dan sejumlah warga banjar lainnya. Penataan dilakukan dengan pembersihan aliran sungai, misalnya mengangkat kayu tua yang hanyut, sampah plastik dari dasar sungai, serta membuat bantaran sungai jadi asri dan indah, namun tetap alami.


Dikatakannya, semangat warga  gotong royong sangat antusias. Terlebih semasih situasi pandemi, cukup banyak yang dirumahkan. Sehingga punya cukup waktu untuk gotong royong.


“Mereka bersemangat membersihkan lingkungan Banjar Gelulung, mulai dari pembersihan dan penataan Tukad Bembeng. Aksi ini tentu belum berakhir, kita bergerak bersama,” paparnya.


Disinggung dengan potensi wisata, diakuinya akan mengarah kesana. Terlebih lokasi tukad, hanya beberapa ratus meter sebelah barat Pasar Seni Sukawati.


Namun, ia mengaku hanya saja perlu persiapan yang lebih matang.  “Belum tahu juga ke depannya. Rencananya sih begitu, tapi karena keadaan sungai yang sangat lama tidak diurus, jadinya harus kerja keras membersihkan,” tandasnya.


Disebutkan awalnya mereka yang membersihkan sungai hanya lima orang, kemudian warga makin tergerak untuk atasi bersama sama. Bahkan, rencananya hanya iseng membersihkan sungai agar kembali seperti dahulu, bisa untuk mandi.


“Nanti kedepannya sambil jalan aja gimana jadinya, masih diupayakan bertemu dengan pemilik lahan di sekitar sungai,” imbuh Angga. 





Editor : I Komang Gede Doktrinaya