TABANAN, Bali Express – Perbaikan terhadap dua saluran air bersih PDAM Tirta Amertha Buana yang ada di sumber air Dedari, Desa Selanbawak, Marga serta di jembatan Dauh Pala, Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan yang rusak akibat banjir dan longsor di awal 2021 lalu rampung.
Berkaca dari kerusakaan itu, perusahaan daerah tersebut juga telah menginspeksi 34 titik sumber mata air yang dikelolanya. Ini untuk memastikan saluran pada 34 titik sumber mata air tersebut tidak terganggu. Sekaligus memetakan di titik mana saja yang rawan rusak akibat banjir atau longsor untuk segera dibersihkan.
Seperti diungkapkan Kasubag Humas PDAM Tirta Amerta Buana, I Wayan Agus Suanjaya. “Termasuk melakukan pemeriksaan pada sambungan pipa air minum yang rawan terjadi tanah longsor dan banjir,” ujarnya, Kamis (28/1).
Sejauh ini, kata dia, perbaikan terhadap dua saluran yang sempat rusak tersebut telah selesai. Dan, suplai air bersih yang melalui saluran tersebut sudah kembali normal. Setelah teknisi mereka dikerahkan untuk melakukan perbaikan tersebut.
Tadinya, pipa transmisi di Selanbawak yang berukuran empat dim terputus. Bahkan, mesinnya sempat rusak akibat kebakaran. Kerusakan itu dipicu terjangan air hujan yang deras. Kerusakan itu mengakibatkan gangguan layanan di beberapa perumahan di seputaran Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri.
Kerusakan berikutnya pada saluran yang ada di jembatan Dauh Pala. Di titik itu, pipa berukuran delapan dim terputus setelah tertimpa longsor. Gangguannya dialami warga di sepanjang Jalan Teratai, Jalan Anyelir, hingga Desa Bongan.
“Gangguan lainnya berupa kualitas air yang keruh dari sumber mata airnya akibat hujan deras. Yakni di daerah Nyanyi, Kecamatan Kediri. Dampaknya dirasakan pelanggan di seputaran Desa Pandak Gede, Nyitdah, Desa Belalang dan sekitarnya,” sambungnya lagi.
Sesuai evaluasi pihaknya, kerusakan pada saluran di Selanbawak dan Dauh Pala yang dirasa menimbulkan kerugian. Khususnya di Selanbawak karena dibarengi dengan kerusakan mesin akibat kebakaran. Hanya saja, pihaknya belum bisa mengalkulasikan secara rinci besarnya nilai kerugian tersebut.
“Kami belum merinci berapa jumlah kerugiannya. Kemungkinan sementara, kami taksir puluhan juta rupiah,” jelasnya.
Editor : I Komang Gede Doktrinaya