DENPASAR, BALI EXPRESS - Jumat Sore (11/6), Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah menerima 19 orang warga binaan Lapas Kerobokan yang mengalami keracunan akibat menegak minuman ringan yang dicampur dengan disinfektan.
Kepala Instalasi IGD RS Sanglah, Dr Made Mulyawan, Sp.B-KBD, Jumat (11/6), membenarkan adanya kiriman pasien warga binaan Lapas Kerobokan sebanyak 19 orang. "Sejak kemarin Kamis (10/6) pukul 15.00 sampai dengan Jumat (11/6) sore kami menerima sebanyak 19 pasien dari Lapas Kerobokan akibat keracunan," jelasnya.
Dilanjutkan dr. Mulyawan, rata-rata pasien berusia mulai dari 20 tahun sampai dengan 33 tahun. Para pasien ini datang dengan keluhan seperti nyeri kepala, pusing, sesak napas, gangguan penglihatan hingga mual-mual.
Untuk tindakan yang diberikan pihak Rumah Sakit, dr. Mulyawan mengatakan sudahmemberikan pertolongan pertama kepada para pasien yang terancam nyawanya. Mulai dari sterilisasi intoksikasi hingga tindakan cuci darah. "Karena pada kasus pertama yakni empat orang yang datang pada hari Kamis kondisinya sangat parah, bahkansatu orang meninggal dunia, dua orang menjalani cuci darah dan satu orang lagi masih dirawat intensif di IRD RSUP Sanglah," paparnya.
Sedangkan untuk 11 pasien lainnya yang datang pada hari Jumat, mulai dari pagi pukul 07.00 sampai dengan sore hari, rata-rata mengalami gejala keracunan dengan keluhan pusing, sesak napas, gangguan penglihatan hingga mual-mual. Para pasien ini dikatakan dr. Mulyawan, saat ini masih melakukan perawatan di IRD RSUP Sanglah.
Hingga Jumat sore, kondisi pasien masih stabil namun dijelaskan dr Mulyawan, tetap harus dilakukan observasi untuk mengetahui penyebab dari keracunan tersebut. "Sampai saat ini seluruh kondisi pasien, termasuk dua orang yang menjalani cuci darah sudah kembali stabil, namun tetap kami lakukan observasi untuk menentukan penyebab dari intoksikasi ini, semua pasien masih dirawat di IRD," tambahnya.
Editor : Nyoman Suarna