MANGUPURA, BALI EXPRESS - Angka kasus Covid-19 di Kabupaten Badung terus meningkat, bahkan mencapai tiga digit setiap harinya. Hal ini menyebabkan petugas yang melakukan tracing dan testing kewalahan. Dari data Sabtu (31/7) terdapat 247 kasus baru, sementara itu dalam satu kasus positif Covid-19 dibutuhkan tracing dan testing kepada 15 orang yang kontak erat. Sehingga Pemkab Badung akan menambah petugas.
Juru Bicara Satgas Covid-19 Badung I Gusti Ngurah Gede Jaya Saputra mengatakan, pemerintah daerah akan membentuk tim tracing dan testing dari setiap desa/kelurahan. Nantinya mereka yang mendapatkan tugas tersebut akan menerima upah berdasarkan jumlah tracing dan testing yang dilakukan. “Saat ini masih dilakukan pembahasan terkait hal tersebut. Itu akan disolidkan, jadi ada sedikit yang akan mereka dapatkan dari jumlah berapa orang yang akan di testing,” ujar Jaya Saputra, Minggu (1/8).
Penambahan petugas ini, dianggap akan lebih mengefektifkan proses testing demi meminimalkan penularan Covid-19. Selain bertugas untuk melakukan pelacakan, petugas juga akan melakukan pemantauan terhadap orang yang kontak erat dengan pasien Covid-19. “Ini nanti unsur gabungan dari aparat desa terbawah, kelian, kepala lingkungan, dari desa adat dan semua yang terlibat dalam satgas covid-19 di desa. Untuk yang melakukan testing tetap dari tenaga kesehatan,” ungkapnya.
Menurutnya, penambahan petugas tracing dan testing ini dilakukan karena jumlah nakes sudah sangat terbatas lantaran sudah banyak mendapatkan tugas selama pandemi Covid-19 ini. Namun pihaknya tidak menjelaskan berapa penambahan petugas yang akan dilakukan. “Nakes akan menjadi tim teknisnya, kemudian yang lainnya akan membantu. Seperti jika ada seorang yang terkonfirmasi positif, petugas akan membantu dalam hal pengawasan dan pendampingan kepada keluarganya bukan hanya dilakukan tes saja, tapi akan ada pendampingan sosial,” jelasnya.
“Badung sangat berkomitmen dalam menekan penyebaran Covid-19. Semua anggaran akan difokuskan kesana (penanggulangan Covid-19,Red),” imbuhnya.
Sementara itu, Camat Kuta Utara I Putu Eka Parmana mengakui saat ini tengah kekurangan tenaga tracing di lapangan. Tenaga puskesmas yang ada saat ini juga beberapa ada yang terpapar Covid-19, sehingga harus diisolasi. “Dari tenaga puskesmas yang kami miliki, yang bertugas untuk tracing sebanyak 16 orang. Kemarin-kemarin kami sangat kewalahan melakukan melakukan tracing di masing-masing desa,” kata Eka Permana.
Pihaknya pun berkoodinasi dengan TNI-Polri untuk membantu tim di lapangan dalam melakukan tracing. Termasuk melakukan pengangkutan orang terkonfirmasi positif ke tempat isolasi terpusat. “Kami minta bantuan kepada TNI-Polri untuk membantu kami melakukan tracing dan pengangkutan ke isolasi terpusat. Jumlahnya kami belum tahu jelas, karena tergantung penugasan dari atasannya juga,” jelasnya. (esa)
Editor : Nyoman Suarna