GIANYAR, BALI EXPRESS – Kecelakaan kerja yang dialami oleh Tenaga Kerja Asing (TKA) Jean Francois Gilles Moch, 59, membuat Warga Negara Asing (WNA) asal Perancis tersebut meninggal dunia. Hal itu pun membuat pria yang bekerja sebagai Manajer di restoran Mozaic Ubud ini mendapatkan santunan kematian sebesar Rp 1,034 Miliar dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek).
Santunan kematian itu diserahkan secara simbolis oleh Ketua Dewan Pengawas BPJamsostek Muhammad Zuhri didampingi Kepala Kantor BPJamsostek Cabang Bali Gianyar, Bimo Prasetyo, dan Kadisnaker Gianyar Anak Agung Dalem Jagadhita kepada orang tua almarhum selaku ahli waris di Mozaic Restoran Ubud, Selasa (7/7).
Pertama-tama, Ketua Dewan Pengawas BPJamsostek Muhammad Zuhri menyampaikan turut berduka cita atas peristiwa yang menimpa almarhum. “Saya atas nama pribadi serta mewakili manajemen BPJamsostek, turut berduka cita yang mendalam atas berpulangnya mendiang. Mendiang merupakan Tenaga Kerja Asing berkewarganegaraan Prancis yang bekerja sebagai Restaurant Manager di Mozaic Restaurant,” ujarnya.
Dengan demikian, almarhum berhak atas Santunan Kematian akibat kecelakaan kerja senilai Rp 982 Juta, dan santunan Jaminan Hari Tua (JHT) yang merupakan tabungan peserta semasa hidupnya sebesar Rp 52 Juta. Sehingga total yang diserahkan adalah Rp 1.034 Miliar.
Dirinya menambahkan jika penyerahan santunan tersebut juga merupakan salah satu kegiatan dari beberapa rangkaian acara Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) yang diselenggarakan BPJamsostek. Dengan mengusung tema "Protecting and Empowering". “Pada penyelenggaraan Harpelnas tahun ini, kami mengusung tema "Protecting and Empowering", hal ini berarti kami ingin membangun budaya pelayanan yang lebih baik guna menciptakan loyalitas serta pengalaman yang menyenangkan (customer experience) bagi para peserta,” imbuhnya.
Sehingga negara hadir untuk memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada seluruh pekerja, baik pekerja Indonesia ataupun TKA yang bekerja di Indonesia. Dengan perlindungan Jamsostek, dirinya menegaskan bahwa pekerja akan merasa aman dan keluarga akan merasa tenang. BPJamsostek juga menggandeng beragam stakeholder dan komunitas untuk memberikan edukasi kepada ahli waris peserta berupa literasi keuangan, pemberdayaan perempuan dan penyandang disabilitas. Hal tersebut bertujuan memberikan keterampilan dan potensi yang bisa digunakan untuk keberlangsungan hidupnya ke depan.
“Beragam kegiatan juga digelar untuk memeriahkan perayaan Harpelnas 2021, diantaranya lomba video pendek dengan tema "Jaminan Perlindungaku", Direksi Mengajar di 7 Universitas Negeri serta talkshow di platform digital bertema "Adapt, Survive and Thrive". Seluruh kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan pemahaman masyarakat pekerja akan pentingnya memiliki perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Selain itu, salah satu kegiatan puncak dari perayaan harpelnas tahun 2021 adalah aksi layanan yang dilakukan oleh seluruh jajaran Direksi dan Dewan Pengawas BPJamsostek,” bebernya.
Lebih lanjut Zuhri menyampaikan jika atas peristiwa tersebut setidaknya ada 3 pembelajaran yang bisa diambil. Pertama, bahwa perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sangat dibutuhkan semua tenaga kerja, tenaga kerja Indonesia dan tenaga kerja asing. Kedua adalah dengan terlindungi maka pekerja akan merasa aman dan tenang, hal itu akan berdampak produktivitas yang meningkat.Dan yang ketiga menurutnya ini merupakan bentuk tanggung jawab negara memberikan perlindungan kepada seluruh pekerja sesusai apa yang diamatkan undang- undang. "Selamat Hari Pelanggan Nasional 2021, semoga semangat Harpelnas yang disebarkan oleh BPJamsostek ini menjadi motivasi bagi para pekerja untuk terus produktif yang berjuang pada kesejahteraan pekerja Indonesia,” tandas Zuhri.
Sementara itu, hadir melalui sambungan video call, Chris Salans selaku Owner Mozaic Restaurant asal Perancis mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan BPJamsostek, terlebih penyerahan diserahkan langsung oleh Ketua Dewan Pengawas. “Kita sangat senang sekali kerja BPJamsostek. Komunikasinya lancar, bagus, dengan semua pihak, tidak ada kesulitan untuk klaim, dan kita juga merasa BPJamsostek fair dengan semua orang, walaupun orang Indonesia atau orang asing, kita sangat berterima kasih untuk semuanya,” ungkao Chris, yang terdengar sudah fasih berbahasa Indonesia.
Senada dengan Chris, Kadisnaker Gianyar Anak Agung Dalem Jagadhita juga menyampaikan apresiasi terhadap BPJamsostek atas atensi yang diberikan kepada pekerja di wilayahnya. “Apresiasi atas atensi luar biasa dari BPJAMSOSTEK, kendati peristiwa ini adalah bentuk kebersamaan dan empati kita kepada keluarga almarhum, sekaligus kita sampaikan duka cita,” ungkapnya.
Agung berharap penyerahan simbolis ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat, terutama pekerja, baik penerima upah maupun bukan penerima upah, bahwa perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan itu sangat dibutuhkan.
Kemudian Kepala Kantor BPJamsostek Cabang Bali Gianyar, Bimo Prasetyo menjelaskan almarhum bekerja sebagai Manajer di Restoran Mozaic ini sejak Mei 2017. Sejak itu pula, Jean yang mendapat gaji Rp 20 juta per bulan ini mendaftarkan diri sebagai peserta BPJamsostek. Ikut dalam program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian dan Jaminan Hari Tua. Sementara mengenai kecelakaan yang dialami oleh almarhum, terjadi pada awal Januari 2021 lalu. "Mendiang saat pulang kerja mengalami kecelakaan. Tergeletak di jalan, dibawa ke RS Ari Canti Mas Ubud kemdian dirujuk ke RSUP Sanglah Denpasar. Namun nyawanya tidak tertolong," bebernya.
Editor : Nyoman Suarna