Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kota Gianyar Dihiasi Lampu Penjor, Dipelosok LPJU Banyak Mati

I Dewa Gede Rastana • Rabu, 15 Desember 2021 | 01:26 WIB
Kota Gianyar Dihiasi Lampu Penjor, Dipelosok LPJU Banyak Mati
Kota Gianyar Dihiasi Lampu Penjor, Dipelosok LPJU Banyak Mati

GIANYAR, BALI EXPRESS – Kawasan Kota Gianyar yang dipasangi lampu-lampu penerangan jalan selama ini memang mengesankan masyarakat. Sebab membuat suasana Kota Gianyar menjadi menjadi cemerlang apalagi saat malam hari. Di tahun 2021 ini, lampu hias penerangan jalan pun kembali diperbanyak sehingga membuat Kota Gianyar semakin bersinar.

 
Sayangnya kondisi tersebut terkesan timpang dengan kondisi di pelosok-pelosok Gianyar. Situasinya tak seterang di pusat kota. Lampu penerangan jalan yang ada posisinya berjauhan, dengan intensitas cahaya rendah hingga sedang. Bahkan tak sedikit yang lampunya padam. Sehingga membuat jalanan gelap gulita.
 
Berdasarkan pantauan di lapangan, Selasa (14/12), lampu hias berbentuk penjor telah dipasang sampai ke Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh. Lampu penjor itu sendiri merupakan proyek lanjutan pemasangan lampu hias di sepanjang Jalan Raya Buruan. Anggaran yang digunakan pun tak main-main, yakni Rp 11,8 Miliar untuk pemasangan lampu di 315 titik. Lampu-lampu penjor itu dipasang di jalur Bitra - Semebaung – Buruan; Patih Jelantik Gedung DPRD - Perempatan Puri Gianyar-Perempatan Beng; Perempatan BPD - Perempatan Zipur, hingga Balai Budaya - Abianbase.
 
Meskipun disambut antusias warga, namun tak sedikit juga warga yang menilai pemasangan lampu lanjutan ini justru membuat jalanan terlihat terlalu ‘ramai’. “Pemasangan lampu ini jaraknya terlalu mepet, jadi ramai gitu dan intensitas cahayanya juga tinggi jadi silau. Padahal dengan lampu yang sebelumnya saja sudah pas,” ujar Komang Bagus, warga asal Gianyar.
 
Ia juga membandingkan jika kondisi tersebut jauh berbeda dengan kondisi jalan-jalan yang ada di pelosok. Dimana banyak lampu penerangan jalan yang cahayanya redup bahkan padam. “Masih banyak jalan-jalan di pelosok yang gelap gulita kalau malam karena lampu penerangan jalannya redup dan mati,” sambungnya.
 
Atas kondisi tersebut, dirinya pun berharap pemerintah dapat memperbaiki lampu-lampu penerangan jalan di pelosok-pelosok Gianyar. Dirinya ingin agar kondisinya tidak timpang dan apa yang dirasakan masyarakat di kota juga dirasakan oleh masyarakat di desa. “Ya kalau tidak bisa memasang lampu penjor di pelosok, minimal lampunya yang mati dan redup diganti,” bebernya.
 
Selain di pelosok-pelosok, lampu penerangan jalan di Jalan Bypass Ida Bagus Mantra juga banyak yang mati sehingga membahayakan pengguna jalan terutama saat malam hari. “Saya sering lewat disana malam hari, yang masuk wilayah Denpasar hidup (lampunya), pas sudah masuk wilayah Gianyar ternyata gelap gulita. Mungkin coba itu dicarikan solusi,” tandasnya.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Gianyar, I Wayan Suamba menjelaskan bahwa, pihaknya tidak hanya tinggal diam untuk menindaklanjuti adanya lampu penerangan jalan yang mati. Sebab menurutnya, hampir setiap hari pihaknya melakukan perbaikan. “Tetapi memang karena alat, armada dan tenaga yang terbatas maka kita harus menunggu jadwal perbaikan. Apalagi jumlah lampu yang harus ditangani itu banyak sekali, ada sekitar 25.000 titik,” jelasnya.
 
Dan untuk jarak pemasangan lampu penjor sendiri, kata Suamba sudah sesuai kajian berdasarkan kebutuhan jangkauan sinar. “Pemasangan sudah sesuai kebutuhan jangkauan sinar atau penerangan. Yang hadap-hadapan jaraknya antara 30 sampai 40 meter, sedangkan yang zig-zag jaraknya antara kisaran 15 sampai 20 meter,” pungkasnya.

Editor : I Dewa Gede Rastana