Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

‘Adnya Pariksa’ Antarkan SMKN 1 Mas Raih Juara Film Pendek Mebasa Bali

I Dewa Gede Rastana • Selasa, 11 Januari 2022 | 20:19 WIB
JUARA : Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun saat menyerahkan hadiah kepada juara Lomba Film Pendek Mebasa Bali di Balai Budaya Gianyar, Selasa (11/1). (Humas Pemkab Gianyar for Bali Express)
JUARA : Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun saat menyerahkan hadiah kepada juara Lomba Film Pendek Mebasa Bali di Balai Budaya Gianyar, Selasa (11/1). (Humas Pemkab Gianyar for Bali Express)
GIANYAR, BALI EXPRESS - Film dokumenter 'Adnya Pariksa' berhasil membawa Updivision19 SMKN 1 Mas, Kecamatan Ubud, Gianyar sebagai juara dalam Lomba Film Pendek Mebasa Bali yang diselenggarakan oleh Penyuluh Bahasa Bali Provinsi Bali.

Film berdurasi 8 menit tersebtu berhasil mengalahkan 33 sekolah/komunitas lain se-Bali yang ikut berpartisipasi dalam lomba tersebut. Selain SMKN 1 Mas, diumumkan pula Juara II, III dan Juara Favorit berdasarkan like terbanyak melalui akun Instagram Bupati Gianyar @agusmahayastra.

Ditemui dalam penyerahan hadiah lomba yang dilakukan oleh Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun didampingi OPD terkait di Balai Budaya Gianyar, Selasa (11/1), Dwi Putra Mahardika, 17, menjelaskan bahwa tim Updivision19 SMKN 1 Mas Ubud membutuhkan waktu sekitar dua minggu untuk menggarap film dokumenter tersebut. “Mulai dari pemilihan tema, narasumber, syuting hingga editing membutuhkan waktu sekitar 2 mingguan,” ujarnya.

Secara umum, kata dia film dokumenter tersebut menceritakan tentang keheranan seorang adik yang melihat kakaknya tidak pernah berbahasa Bali di rumah. Padahal mereka orang Bali. Hal itu pun kemudian ditanyakan kepada guru dalang.  Dimana jawaban atas pertanyaan tersebut dituangkan dalam petuah Wayang. Bahwa sangat penting peran orangtua di rumah untuk mengajari dan mendidik anak agar mencintai Bahasa Bali. "Disampaikan bahwa menguasai banyak bahasa itu baik, tapi sebagai orang Bali yang memiliki kearifan lokal Adi luhung semestinya bangga berbahasa Bali," bebernya.

Ditambahkannya jika saat ini, film yang menampilkan petuah Jro Dalang I Gusti Ketut Muliawan ini sudah tayang di kanal YouTube. Atas karya tersebut, tim Updivision19 SMKN 1 Mas Ubud berhak atas piagam penghargaan serta dana pembinaan sejumlah Rp 5 Juta. Selain SMKN 1 Mas, dinobatkan sebagai juara II SMKN 1 Tegallalang dengan judul Film Sikut Satak, juara III 3M Project dengan judul film Pewacakan, dan juara favorit SMAN 1 Blahbatuh dengan judul film Rungu.

Atas pencapaian tersebut, Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun mengatakan bahwa lomba film pendek Mebasa Bali ini merupakan salah satu upaya untuk melestarikan, membangkitkan Basa Aksara dan Sastra Bali. Meski masih suasana pandemi, upaya seperti ini agar terus dilakukan demi ngajegang budaya Bali. Wakil Bupati juga mengajak masyarakat khususnya generasi muda agar Bahasa Bali digunakan dalam percakapan sehari-hari, khususnya di rumah, di acara adat serta saat mebaosan berdialog dengan Semeton Bali. "Jadi jangan malu berbahasa Bali. Menjadi orang Bali jangan lupa berbahasa Bali. Ngiring sutindih ring basa aksara lan Sastra Bali," tegasnya.

Sementara itu, Manggala Karya/Ketua Panitia I Gede Nyana Kesuma, menjelaskan rangkaian lomba film pendek Mebasa Bali ini digelar sejak 4 Desember 2021. Diawali dengan workshop di Kantor Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati. Dimana penjurian dilakukan selama 3 hari oleh 3 juri kompeten dibidangnya. Ia menyebutkan total ada 33 tim yang mengikuti lomba merupakan siswa SMA/SMK dan umum seluruh Bali. "Kami berharap lomba film pendek Mebasa Bali ini bisa kami gelar rutin setiap tahun,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu juri Gita Purnama Arsaputra yang merupakan Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana mengapresiasi lomba film pendek Mebasa Bali ini. Menurutnya dari segi teknik pengambilan gambar sudah baik. "Seperti profesional, bahkan ada yang pakai drone. Hanya yang perlu dipertegas adalah kapan waktu yang tepat untuk zoom. Efek visualnya kami lihat sangat beragam, terutama pesan yang disampaikan sudah sesuai dengan anggah ungguhing basa yang patut," tandasnya. Editor : I Dewa Gede Rastana
#penyuluh bahasa bali #smkn 1 ubud #lomba film dokumenter #sastra bali