Dalam prosesi tersebut Guru Nabe Ida Pedanda Gede Putra Keniten, Griya Kediri, Sangeh, mengungkapkan bahwa jika kedua Dhiksita sudah sejak lama dan bertahap melakukan persiapan untuk menjalankan kesucian. Dan kini sebelum menjalan kewikuan, sang Dhiksita diberikan wejangan agar selalu belajar jujur, ikhlas, tidak lagi memiliki kepentingan atau sesepilan, serta harus selalu berpatokan pada sastra. Disamping itu, juga ada empat kewajiban yang nantinya harus dijalani, sebagai tongkatan kewikuan. Ia adalah Amari aran atau Berubah nama, Amari Wesa atau penampilan, Amari sesana atau perilaku, dan Amari Wisaya atau kewajiban.
Sementara Ketua PHDI Gianyar, I Wayan Ardhana menyampaikan secara administrasi, pihaknya memastikan jika Dhiksita sudah memenuhi syarat. Demikian secara fisik dan kemampuan nantinya dipercayakan ke Calon Guru Nabe. “Maka dari itu PHDI hanya mengharapkan prosesi dwijati berjalan lancar dan nantinya dhiksita menjadi sulinggih yang menyinari umat,” tegasnya.
Ia pun berpesan agar setelah Dwijati, pasangan ini dapat tetap menjaga kesulingihannya. Apalagi belakangan ini beberapa kalui muncul kejadian atau kasus fenomenal yang melibatkan sulinggih dan viral di media sosial. Bahkan dari sekian kasus itu, ada dua sulinggih dari Gianyar , bahkan salah satunya kini berstatus narapidana. "Jadi kami nunas agar Sulinggih berhati-hati menggunakan sarana media sosial," harapnya.
Sementara Dhiksita, Ida Bagus Ketut Wilantara Putra menyampaikan bahwa medwijati ini merupakan dharmanya untuk melanjutkan titah Ida Betara Lelangit sebagai pelayan umat. “Kami hanya ingin melanjutkan titah Ida Betara Lelangit sebagai pelayan umat bagi warga,” ujarnya.
Ditambahkannya jika tantangan menjalankan Dwijati pun sudah dijalaninya secara bertahap, utamanya hal-hal yang bersifat duniawi. “Termasuk kesiapan untuk menjalani siwa sesana sebagai seorang yang sudah di dwijati,” lanjutnya.
Sementara itu, Penglingsir Griya Tengah Telaga Jumpung, Ida Bagus Putu Arnawa menyatakan jika serangkaian prosesi Diksa Pariksa ini sudah disiapkan sejak beberapa hari yang lalu dan dipastikan mengikuti prokes secara ketat. Khusus untuk prosesi Diksa Pariksa ini wajib dilaksanakan sebelum kedua calon diksita menjalani prosesi dwijati. Dikatakan, untuk calon Guru Nabe Ida Pedanda Gede Putra Keniten, Griya Kediri, Sangeh.
Ia menyebutkan untuk puncak karya padiksan akan dilaksanakan tanggal 25 Januari 2021 nanti, bertepatan dengan hari kelahiran Dhiksita menurut paweton. Sehari sebelumnya, Dhiksita menjalankan prosesi mesiram dan maringkes. “Dalam prosesi padiksan ini akan ditapak Ida Pedanda Nabe dan disaksikan guru waktra dan guru saksi,” ujarnya. Editor : I Dewa Gede Rastana