Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Cegah Kebocoran, Kini Parkir di Gianyar Terapkan Sistem Non Tunai

I Dewa Gede Rastana • Senin, 31 Januari 2022 | 02:03 WIB
NON TUNAI : Situasi di parkir Alun-alun Gianyar yang menggunakan sistem digital, Minggu (30/1). (ISTIMEWA)
NON TUNAI : Situasi di parkir Alun-alun Gianyar yang menggunakan sistem digital, Minggu (30/1). (ISTIMEWA)
GIANYAR, BALI EXPRESS - Pemerintah Kabupaten Gianyar kini menerapkan sistem pembayaran parkir secara digital atau non tunai. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kebocoran yang bersumber dari retribusi parkir.

Pembina Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Kabupaten Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widhya Utama, mengungkapkan bahwa penerapan parkir berbasis digital atau non tunai tersebut saat ini masih dalam tahap uji coba dibeberapa titik di pusat Kota Gianyar. Namun kedepannya penerapannya akan dilakukan di semua kantong parkir yang dikelola Pemkab Gianyar. "Saat ini masih uji coba. Rencana semua tempat parkir yang dikelola Pemda Gianyar akan menggunakan sistem ini, di alun-alun, depan pasar, dan Jalan Kebo Iwa Gianyar," ujarnya Minggu (30/1).

Ditambahkannya jika sistem pembayaran digital ini akan membuat pendapatan dari retribusi parkir lebih transparan. "Intinya dengan online, kita akan lebih transparan. Uang yang dibayarkan langsung masuk ke kas daerah dalam bentuk PAD pendapatan retribusi," imbuhnya.

Meskipun menggunakan sistem digital, ia menjamin masyarakat yang sudah lansia tidak akan kesulitan karena akan sangat mudah untuk mempelajari caranya.

Adapun cara pembayarannya adalah masyarakat tinggal melakukan scan barcode yang ditunjukkan oleh tukang parkir menggunakam smartphone dengan aplikasi pembayaran yang tergabung dalam Qris. Seperi Gopay, Ovo, dan sejenisnya. "Ini tinggal scand barcode saja. Tidak ada alat apa-apa yang digunakan," lanjutnya.

Namun ia tak menamfik jika ada sejumlah kendala dalam penerapan sistem tersebut terutama bagi warga lansia dan masyarakat yang belum terbiasa dengan sistem pembayaran digital. Sehingga pihaknya pun telah mengantisipasi dengan memberikan pendampingan. "Ada pendampingnya, kalau warga bayar cash, pendamping akan bantu gunakan gopay/ovo dan lainnya, mereka tetap dimodali dulu," paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Gianyar, I Wayan Suamba mengatakan, pembayaran parkir secara elektronik tersebut saat ini masih tahap uji coba. Adapun target pendapatan dari sistem tersebut di tahun 2022 ini baru sekitar Rp 5 Miliar lebih.

"Untuk target secara global untuk parkir di jalan umum Rp 5 Miliar lebih. Dan untuk penerapan pembayaran parkir dengan sistem online akan terus berproses," tegasnya.

Saat ditanya apakah pihaknya akan merekrut petugas parkir yang memahami teknologi terkait penerapan sistem tersebut? Kata diabsejauh ini pihaknya masih memberdayakan petugas parkir yang sudah ada. "Mereka sudah diedukasi dan dibantu oleh tim IT Pemkab Gianyar," tandasnya.
Photo
Photo
Editor : I Dewa Gede Rastana
#non-tunai #qris #gianyar #Sistem digital #parkir