Ogoh-ogoh Gerubug ini juga berselisih 13 poin dari peringkat pertama ogoh-ogoh wilayah Kecamatan Denpasar Utara milik ST. Marga Yowana, Banjar Marga Jati dengan meraih nilai 375.
Ketua Panpel lomba ogoh-ogoh tingkat Kota Denpasar ini, AA Ariyuda Krismawan saat dikonfirmasi Selasa (1/3) mengatakan, dalam proses penjurian selama empat hari itu, pihaknya menilai keseriusan para STT sangat antusias dalam mempersiapkan lomba hingga penjurian. "Saya apresiasi rekan-rekan STT yang sudah berjuang keras serta menggarap serius karya masing-masing," ujar Gung Yuda -sapaan akrabnya-
Uniknya, Gung Yuda menyebut pihak juri sempat linglung serta bingung memberikan nilai, khususnya ogoh-ogoh di tingkat Denpasar Selatan. "Jujur para juri bingung, karena persaingan sangat ketat. Jadi pengamatan kami, wilayah Densel bisa dibilang paling ketat dan saling bersaing untuk penjurian," tegasnya.
Pihaknya berharap, ke depan kepada para STT di seluruh Kota Denpasar agar tetap semangat, tetap berkarya dalam melestarikan seni maupun budaya.
Adapun peringkat tiga besar ogoh-ogoh masing-masing kecamatan yakni di Denpasar Utara, peringkat pertama diraih ST. Marga Yowana, Banjar Marga Jati dengan judul Atau Guna Rasa dengan nilai 375. Disusul ST. Candra Metu Yowana, Banjar Mekar Sari dengan judul Atma Druaka yang meraih nilai 343. Sementara peringkat tiga diraih ST. Eka Manggala Danendra, Banjar Tengah yang berjudul Incih Sandika dengan nilai 335.
Kemudian di Denpasar Timur, ogoh-ogoh terbaik diraih ST. Eka Murti Yowana, Banjar Kehen dengan judul Sakit Gede yang meraih nilai 357. Disusul ST. Tunjung Mekar, Banjar Tembawu Kaja dengan judul Waksirsa yang meraih nilai 322. Dan peringkat tiga didapat ST. Dharma Satwika, Banjar Kebonkuri Mangku dengan judul ogoh-ogoh Mahesa Sura dengan nilai 317.
Lalu di wilayah Denpasar Selatan, selain ogoh-ogoh Gerubug yang menjadi terbaik, di peringkat kedua ditempati ST. Eka Laksana, Banjar Gaduh dengan judul Kabanda Gering yang meraih poin 355. Kemudian di tempat ketiga didapat ST. Sari Sanggraha, Banjar Pesanggaran dengan judul ogoh-ogoh Katadah Kala dengan meraih nilai 352.
Sementara di Denpasar Barat, rata-rata nilai yang didapat cenderung kecil dari tiga kecamatan dimana peringkat teratas hanya meraih nilai 200 an. Seperti ST. Eka Adnyana, Banjar Alangkajeng Gede dengan judul ogoh-ogoh Pandung Pangreh Lukut yang mendapat nilai 280. Kemudian disusul ST. RUPPTI, Banjar Titih dengan judul Sunda Upasunda yang meraih nilai 278. Dan tempat ketiga didapat ST. Satria Yowana, Banjar Alangkajeng Menak dengan judul Kusta Murti yang meraih nilai 265.
Sementara juri yang dilibatkan yakni Komang Indra Wirawan atau Komang Indra Gazes, I Gede Anom Ranuara atau Guru Anom, kemudian Made Putra Bobic, AA Ketut Indra Sanjaya dan Dwiaga Yogiswara. Editor : I Dewa Gede Rastana