Karya yang puncaknya pada Kamis (17/3) lalu kini telah berakhir. Seluruh umat hindu sangat antusias selama karya berlangsung. Mereka rela bersesakan untuk bisa tangkil ke pura terbesar di Bali tersebut. Bahkan sampai hari terakhir karya, umat masih silih berganti datang untuk menghaturkan sembah bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Bahkan, saat penyineban, turut dihadiri beberapa pejabat Kabupaten/Kota di Bali. Tak ketinggalan Gubernur Bali, I Wayan Koster juga hadir dalam prosesi tersebut.
Ketua Panitia Karya, Jro Mangku Widiartha menjelaskan, prosesi penyineban kali ini dilakukan pukul 16.00. Nantinya setelah sulinggih mepuja, nantinya ida bhatara akan dikembalikan di linggihnya masing-masing. "Upacara panyineban dilakukan pada pukul 16.00, dengan melakukan persembahyangan bersama. Ada tiga sulinggih yang muput di Bale Gajah, dan setelah itu mewali ke soang-soang palinggih pura pedarmaan yang ada di Besakih," ujarnya.
Widiartha menambahkan, diawal karya telah dilaksanakan upacara Yasa Kerthi jagat, yang bertujuan untuk mendoakan krama Bali supaya diberi keselamatan dan kerahayuan, mengingat pelaksanaan karya masih dalam situasi pandemi Covid-19 belum berakhir. Karena sebagai umat hindu, selain pencegahan Covid-19 dilakukan dengan skala, turut pula dilakukan secara niskala, yaitu dengan cara memohon kepada tuhan melalui sembah bhakti.
"Kita harap, dengan Yasa Kerthi Jagat yang telah dilakukan, kita bisa terhindar dari virus tersebut, dan virus segera hilang dari jagat bumi ini. Sehingga kita semua bisa kembali menjalani kehidupan seperti dulu. Selain itu juga, ekonomi masyarakat juga bisa segera kembali pulih," harap Widiartha. (dir) Editor : I Dewa Gede Rastana