Seluruh komponen pembangunan jalan baru ini sedang dikerjakan oleh PT Sinar Bali Bina Karya sebagai rekanan. Mulai dari pembangunan jembatan di dua titik, pengerukan tebing, pembuatan badan jalan, dan pembangunan anjung pandang berisi patung Ida Panji Landung sedang menyunggi Raja Buleleng Ki Barak Panji Sakti di shortcut titik 5-6.
"Pekerjaannya dilakukan secara paralel. Sehingg dengan itu kami yakin bisa selesaikan tepat waktu," ujar Project Manager PT Sinar Bali Bina Karya, I Putu Wahyu Nayaka.
Cuaca yang terkadang tidak menentu diakui menjadi kendala dapam proses pembangunan. Namun hal tersebut tak dapat dijadikan alasan bila pembangunan tidak selsai pada target waktu.
"Cuaca hujan sudah menjadi risiko, dan sudah kami prediksi. Jadi proyek tetap jalan. Masyarakat setempat juga sangat mendukung, sehingga sampai saat ini tidak pernah terjadi konflik sosial," tambahnya.
Disinggung terkait pembangunan jembatan, Nayaka menjelaskan ada dua jembatan yang akan dibangun di shortcut titik 8. Jembatan itu masing-masing memiliki panjang 100 meter, dan 60 meter. Sementara terkait lebar, mengikuti standar jalan nasional, yakni sekitar 11 meter. Dengan adanya pembengkakan anggaran ini, pihaknya jelas Nayaka dalam waktu dekat akan melakukan koordinasi ke Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur-Bali. Koordinasi dilakukan untuk mendapatkan persetujuan terkait item dan kajian teknis yang digunakan untuk penguatan tebing.
"Minggu ini baru kami pastikan ke Balai Jalan. Penguatan tebing ini harus kami lakukan, agar tidak percuma ada jalan bagus tapi tebingnya tidak kuat," imbuhnya.
Dalam pembangunan shortcut titik 7A, 7B, 7C dan 8 ini, pihaknya membutuhkan tambahan anggaran. Hal ini terjadi sebab ada beberapa titik tebing tinggi yang harus digali oleh pihaknya. Tebing itu kemudian membutuhkan atensi penguatan yang lebih, agar kedepan tidak menimbulkan bencana longsor. Atensi penguatan yang dilakukan dengan menggunakan berbagai metode, seperti soil nailing dan matras.
Seperti diketahui, pembangunan shortcut atau jalan baru batas kota Singaraja-Mengwitani, titik
7A, 7B, 7C dan 8 dilakukan di desa Gitgit dan Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng. Pembangunan ini menggunakan anggaran yang bersumber dari APBN Kementerian PUPR. Shorcut Titik 7A, 7B, 7C, dan Titik 8 tidak hanya memangkas 17 tikungan, namun juga memperbaiki elevasi jalan yang sebelumnya berada pada kemiringan lebih dari 10 persen, kini dirancang menjadi di bawah 10 persen.