Hal itu tercermin dari data yang ditunjukkan Dinas Pariwisata Daerah (Disparda) Gianyar, dimana terjadi kenaikan retribusi objek pariwisata mencapai 50 persen dibandingkan tahun 2021 lalu pada periode yang sama. Disparda Gianyar pun optimistis jika kondisi pariwisata saat ini dapat segera membangkitkan Gianyar dari keterpurukan ekonomi.
Selama ini ada sejumlah objek-objek wisata di Gianyar yang retribusinya masuk ke kas daerah, diantaranya Tita Empul (Tampaksiring), Goa Gajah (Blahbatuh), Gunung Kawi (Tampaksiring), Yeh Pulu (Blahbatuh), Gunung Kawi Sebatu (Tegalalang) dan Candi Tebing (Blahbatuh).
Salah satu yang terpopuler adalah Objek Wisata Tirta Empul. Adapun retribusi yang masuk dari Objek Wisata Tirta Empul pada 2021 lalu sempat anjlok yakni hanya rata-rata Rp 2 Juta per hari lantaran pandemi. Namun kini mulai membaik dimana berdasarkan rekapan per 1,2 dan 3 April 2022 sebesar Rp 29,5 Juta. Di hari berikutnya sebesar Rp 7,3 juta. Retribusi terus mengalami kenaikan hingga pada 13 April mencapai Rp 17,9 juta. Sementata rekapitulasi 14-17 April menunjukkan angka Rp 83 Juta lebih. Kemudian pada objek-objek wisata lainnya juga menunjukkan perkembangan yang cukup melegakan. Dimana jika ditotal, pendapatan Gianyar dari 1 hingga 17 April 2022 ini sekitar Rp 121 Juta.
Sejatinya angka tersebut masih jauh dari angka normal sebelum pandemi. Dimana sebelumnya per harinya retribusi yang masuk ke kas daerah kalau dirata-ratakan mencapai sebesar Rp 100 Juta. Sementara saat ini, retribusi pariwisata yang masuk masih di bawah Rp 25 juta per hari.
Terkait hal tesebut, Kepala Dinas Pariwisata Gianyar, Anak Agung Gede Putrawan mengatakan bahwa sejak pariwisata internasional dibuka, kunjungan ke objek wisata yang dikelola Pemda Gianyar terus menunjukan peningkatan, meskipun sejatinya masih jauh dari yang diharapkan. “Saat ini kedatangan wisatawan asing berkunjung ke daya tarik wisata yang ada di Gianyar mulai ada peningkatan. Hal ini dapat dilihat dari jumlah penerimaan per hari yang terus mengalami peningkatan, akan tetapi belum seperti penerimaan sebelum pandemi," ungkapnya.
Maka dari itu, pihaknya pun akan terus menggencarkan informasi ke para wisatawan bahwa objek wisata Gianyar telah buka. Informasi tersebut disebar melalui media sosial bahwa daya tarik wisata yang ada di gianyar siap dikunjungi dengan penerapan protokol kesehatan(CHSE) secara ketat.
Saat ini menurutnya wisatawan yang banyak berkunjung merupakan wisatawan mancanegara. Sehingga diharapkan tren ini terus meningkat. “Trennya saat ini adalah wisatawan mancanegara, dan semoga terus meningkat,” pungkasnya.