Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Badung I Made Suardita mengatakan, pelantikan dan pengukuhan pejabat tinggi pratama atau setingkat eselon II merupakan kewenangan pimpinan.
Selain itu, pengukuhan juga dilakukan setelah melalui proses pembahasan yang cukup panjang dan sesuai dengan UU nomor 5 Tahun 2004, PP Nomor 17 tahun 2020 dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 15 tahun 2019 serta sesuai kebutuhan organisasi.
“Ada dua pejabat tinggi pratama yang dirotasi, pertama Kadiskes yang akan menjabat Kadis P2KBP3A. Sementara Kadis P2KBP3A akan mengisi jabatan Kadis Perindustrian dan Tenaga Kerja,” ujar Suardita saat dikonfirmasi Rabu (1/6).
Menurutnya, perpindahan eselon II ini mulai berlaku pada 1 Juni 2022. Sehingga akan dilakukan penunjukan Plt untuk melaksanakan tugas Kadis Kesehatan Badung. Sehingga tidak terjadi kekosongan jabatan. “Rotasi jabatan ini termasuk hal yang wajar. Kecuali pejabat tinggi pratama yang turun jabatan baru tidak wajar,” ungkapnya.
Saat ini, lanjut birokrat asal Karangasem tersebut, sedang dilakukan proses sambil penunjukan Plt Kadis Kesehatan. Sekaligus Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) akan melakukan konsultasi dengan Bupati Badung. “Secepatnya akan dilakukan penunjukan Plt Kadis Kesehatan,” terang Mantan Lurah Lukluk tersebut.
Sebelumnya, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyampaikan, sesuai regulasi eselon II maksimal menjabat selama lima tahun.
Pejabat setingkat Kadis ini diperbolehkan melakukan perpanjangan dengan terlebih dulu melakukan evaluasi kinerja dan kompetensi. Tentunya hal ini mempertimbangkan kebutuhan organisasi.
“Terima kasih kepada Tim Evaluasi Kinerja dan Kompetensi yang telah melaksanakan proses evaluasi kinerja dan kompetensi terhadap pejabat pimpinan tinggi pratama dengan sangat baik,” ujar Giri Prasta.
Menurutnya, sebagai pejabat yang diberikan mandat untuk memperpanjang masa jabatanya berarti sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Pihaknya berharap yang bersangkutan dapat memegang amanah yang telah diberikan.
“Bapak Ibu sudah membuktikan sebagai intelektual yang tinggi, sekarang ini saatnya menyamakan pola pikir, sempurnakan, gerakan secara inovatif, mengakselerasikan dan melakukan sebuah terobosan yang out of the box, keluar dari zona nyaman, serta mampu menciptakan inovasi from zero to hero yang dimana dari tidak menjadi apa-apa menjadi sesuatu. Itu semua harus dilakukan untuk masyarakat Kabupaten Badung yang kita cintai bersama,” jelasnya.
Editor : I Komang Gede Doktrinaya