Sport foto tersebut kini dijaga I Gede Suta dan istrinya Ni Wayan Ariani. Ketika diwawancarai Bali Express (Jawa Pos Group), Suta mengaku sudah sejak sekitar 10 tahun lalu menggeluti bisnis ini.
Awalnya ia hanya memelihara ular piton albino, namun kini sudah semakin banyak hewan peliharaannya. “Awalnya hanya memelihara dan karena hobi juga. Sekarang bisa menghasilkan,” ujarnya, Minggu (19/6).
Pria asli Banjar Tanah Lengis, Desa Ababi ini mengungkapkan, ia bersama istrinya sudah bersiap menyambut wisatawan yang ingin melakukan foto dengan hewan peliharaannya tersebut sejak pukul 9.00 sampai pukul 18.00.
Suta mengaku setiap harinya ada saja wisatawan yang berfoto dengan hewan peliharaannya tersebut. “Pengunjung ramai belum tentu berfoto, tapi pandangan mereka pasti tertuju kesini, karena mereka tumben melihat ini,” terangnya.
Suta menambahkan, untuk bisa melakukan foto dengan hewan peliharaannya, para wisatawan harus membayar paling mahal seharga Rp 50 ribu. Nantinya mereka bisa memilih tiga hewan yang akan diajak untuk berfoto. “Paling 10 menit sudah selesai, namun kurang dari itu karena wisatawan biasanya biar ada kenangan,” tutupnya. (dir)
Editor : I Komang Gede Doktrinaya