Aktivitas pemindahan batu bara itu turut dipantau Polsek Celukan Bawang. Dengan menggunakan alat berat berupa excavator, batu bara dipindahkan menggunakan metode ship to ship oleh kapal PT. TCP (Trans Cool Pasipic). Batu bara yang berada di kapal tongkang itu dipindahkan ke kapal tongkang lainnya untuk diangkut ke dermaga PLTU Celukan Bawang.
Kapolsek Celukan Bawang AKP Edy Sukaryawan mengatakan, pemindahan telah dilakukan sejak Minggu (28/8) lalu. Beberapa anggota tetap siaga di lokasi pemindahan hingga aktivitas selesai.
Meski belum semuanya batu bara yang berada di atas tongkang itu dapat dipindahkan, namun kapal tongkang yang sempat miring perlahan naik setinggi 30 sentimeter. Sebab muatan dalam kapal mulai berkurang.
Di sisi lain, KSOP Celukan Bawang I Gusti Agung Komang Arbawa yang dihubungi via telepon mengakui telah melakukan penanganan awal terhadap kondisi kapal tongkang yang memuat batu bara tersebut. “Kami sudah ada tim yang menangani itu. Kami perintahkan agar kondisi tersebut cepat ditindaklanjuti,” katanya singkat.
Sebelumnya, Kapal TBS 3301 yang bermuatan batu bara di Pelabuhan Celukan Bawang mengalami kemiringan. Kondisi miring kapal tersebut cukup mengkhawatirkan.
Batu bara yang berada dalam kapal tersebut adalah milik PT. KPC (Kaltim Prima Coal) yang rencananya digunakan oleh PT. GEB (General Energy Bali). Kapal itu ditarik dari Pelabuhan Sangata, Kalimantan Timur, menuju daerah Pelabuhan Laut Celukan Bawang, pada 20 Juli 2022 lalu dengan kapal TB. Rimau 33GT.222.
Pada saat berlayar di sebelah barat daya Pulau Kangean, kapal seberat 9,722 MT terhempas gelombang hingga setinggi 3 meter. Sehingga muatan batu bara bergeser ke bagian kiri kapal.
Kapal pun mengalami berat sebelah hingga miring.
Meski mengalami kemiringan saat berlayar, nahkoda Kapal TBS. Rimau, M. Kemaludin memutuskan tetap melanjutkan perjalanan. Sebab jarak menuju Jetty PLTU Celukan Bawang sudah dekat.
Nakhoda kapal pun sempat berkoordinasi dengan operasional Jetty PLTU Celukan Bawang. Pada 29 Juli 2022, kapal tersebut tiba pukul 16.15 wita dalam kondisi miring. Akan tetapi pihak PT. GEB belum bisa melakukan proses bungkar muat, mengingat stok batu bara di PT.GEB masih penuh, sehingga kapal melakukan lego jangkar, dan sengaja mengkandaskan kapal di Jetty PLTU Celukan Bawang. Itu dilakukan pada 30 Juli 2022 lalu dengan tujuan kapal tidak tenggelam dan menumpahkan muatan batu bara. Editor : I Komang Gede Doktrinaya