Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Korban Ledakan Kompor Mayat di Gianyar Terima Santunan

I Dewa Gede Rastana • Jumat, 16 September 2022 | 17:52 WIB
SERAHKAN : Bupati Gianyar I Made Mahayastra didampingi Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun, menyerahkan bantuan kepada korban ledakan kompor mayat, Kamis (15/9). (ISTIMEWA)
SERAHKAN : Bupati Gianyar I Made Mahayastra didampingi Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun, menyerahkan bantuan kepada korban ledakan kompor mayat, Kamis (15/9). (ISTIMEWA)
GIANYAR, BALI EXPRESS - Pasca terjadinya peristiwa meledaknya tabung kompor mayat saat pelaksanaan upacara Ngaben Massal di Setra Desa Adat Selat, Desa Belega, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar pada 19 Agustus lalu, Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas BPBD akhirnya memberikan bantuan dana santunan kepada 12 korban.

 

Bantuan tersebut diserahkan langsung Bupati Gianyar I Made Mahayastra didampingi Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun, DPRD Gianyar Dapil Blahbatuh Ni Made Ratnadi, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar Ida Bagus Putu Suamba, serta Camat Blahbatuh Wayan Gede Eka Putra di rumah salah satu korban meninggal dunia, I Kadek Gian Satya Pramana, Banjar Selat, Desa Belega,  Kamis (15/9).

 

Di lokasi tersebut, Bupati Mahayastra menyerahkan santunan kepada 8 orang korban yang berasal dari Banjar Selat. Pada kesempatan itu, Bupati Mahayastra pun menyampaikan turut berbelasungkawa dan berharap keluarga korban tetap tabah. Dia mengatakan, kejadian ini sebagai pelajaran yang sangat berharga. Pihaknya melalui BPBD akan merancang regulasi standardisasi kompor pengabenan sehingga kejadian serupa tidak akan terulang lagi. "Saya selaku pemerintah dan pribadi menyatakan kami hadir dan peduli, kejadian ini memberikan pelajaran yang sangat berharga, ke depannya kita rancang regulasi standardisasi sehingga tidak terjadi kejadian seperti ini lagi," tegasnya.

 

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gianyar Ida Bagus Putu Suamba mengatakan ledakan tabung gas saat pelaksanaan upacara ngaben massal di Desa Belega mengakibatkan setidaknya 12 orang korban dibawa ke rumah sakit. “Sampai saat ini, ada 3 orang yang meninggal dunia, 5 orang luka berat dan 4 orang luka ringan. Jadi dari musibah ini, Pemeritah Daerah turut berbelasungkawa dan memberikan bantuan dana sosial bencana,” terangnya.

 

Untuk korban meninggal dunia mendapatkan bantuan Rp 5 juta, korban luka berat Rp 3 juta, dan korban luka ringan Rp 2 juta ditambah paket sembako. “Korban yang total 12 orang, semua mendapatkan santunan dari pemerintah sesuai dengan anggaran dan sesuai klasifikasi bencana,” imbuhnya.

 

Penyerahan bantuan santunan korban kebakaran kompor juga dilakukan di rumah I Wayan Regig, Banjar Intaran Desa Pejeng kepada 4 korban yang berasal dari Banjar Intaran. “Jadi ada 2 lokasi yang Bapak Bupati kunjungi, satu di Desa Belega dan satu lagi di Desa Pejeng,” sebutnya.

 

Pihaknya pun berharap, dengan diberikannya bantuan santunan kepada para koban, dapat meringankan beban keluarga yang meninggal maupun yang mengalami luka berat dan ringan. “Mudah-mudahan bantuan ini dapat mengurangi beban dari keluarga, sehingga tabah mengahadapi musibah ini,” pungkasnya. Editor : I Dewa Gede Rastana
#korban terima santunan #serahkan santunan #bupati gianyar #desa adat selat belega #korban ledakan kompor mayat