Dalam pelaksanaannya juga dirangkaikan dengan penandatanganan Komitmen Bersama Pembangunan Smart City Kabupaten Jembrana menuju Jembrana Emas 2026 oleh Bupati Jembrana I Nengah Tamba bersama Forkopimda Kabupaten Jembrana, para kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jembrana serta perbekel/lurah se-Kabupaten Jembrana.
Di hadapan para peserta Bimtek, Bupati I Nengah Tamba menyampaikan, kegiatan Bimtek dapat menjadi penunjang untuk mewujudkan kemajuan Jembrana.
"Bimtek ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan Jembrana Emas 2026. Jadi saya harapkan seluruh jajaran Pemkab Jembrana mengikuti dengan sebaik-baiknya agar memahami seluruh komponen sebagai target mewujudkan Smart City dan Menuju Jembrana Emas 2026," kata Bupati Tamba.
Dikatakannya, saat ini telah dikembangkan aplikasi yang dapat mendukung program Smart City Kabupaten Jembrana. "Kami telah siapkan sebuah sistem untuk bergandengan dengan program mewujudkan smart city yaitu Jembrana Satu Data Dari Desa (JSDDD). Program ini akan dilaunching besok oleh Bapak Menteri Kemendes langsung. Kita harus bangga karena ini merupakan yang pertama di Indonesia," ungkapnya.
Sementara Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jembrana I Made Yasa menyampaikan, kegiatan Bimtek difasilitasi Kementerian Kominfo RI dengan pemateri/narasumber dari Tim Pendamping Kementerian Kominfo RI Andrari Grahitandaru Peneliti pada Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Kementerian Kominfo RI.
"Kegiatan Bimbingan Teknis Gerakan menuju Kota Cerdas ini difasilitasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, dibagi menjadi empat) tahapan. Sekarang merupakan tahapan ke-4 atau terakhir dengan narsumber dari Tim Pendamping Kementerian Kominfo RI, diikuti oleh 171 peserta terdiri dari Dewan Art City Kabupaten Jembrana dan Tim Pelaksana Smart City Kabupaten Jembrana tahun 2022," kata Made Yasa.
Lebih lanjut dia menjelaskan, tujuan Bimtek yang pertama tersusunnya dokumen panduan penyusunan master plan smart city yang komperhensif dan aplikatif. Kedua, tersusunnya dokumen panduan penyusunan master plan smart city jangka pendek 1 tahun, jangka menengah 5 tahun maupun jangka panjang dalam 10 tahun. Selain itu, dengan adanya Bimtek Smart City juga dapat terselenggaranya program pembangunan smart city Kabupaten Jembrana sesuai dengan master plan yang telah disusun.
Editor : I Komang Gede Doktrinaya