Hal itu diketahui saat Bupati Mahayastra melakukan peninjauan proyek penataan taman, Minggu (2/10). Ketika itu tak ada satu pun pekerja yang mengerjakan proyek tersebut. Sejumlah pedagang pun membenarkan jika sudah beberapa hari tidak ada pengerjaan dalam proyek tersebut. "Ya sudah tiga hari tidak ada pekerja pak," jawab salah seorang pedagang yang ditanyai oleh Bupati Mahayastra.
Tak mau basa-basi, Bupati Mahayastra pun langsung menelepon kontraktor proyek tersebut. Setelah mendengar jawaban diseberang telepon, Bupati Mahayastra langsung meluapkan kekesalannya.
"Kan bapak ne nyemak taman depan Pasar Gianyar nggih ? Adi tiga hari sing ade magae, yen sube liu maan proyek, de je jemake proyek taman ne, kan terhambat dadine, pak kan be nawang tyang konsen di Taman. Progres pertama sube pantau tiyang, kedua kalau be sing ngidang nyemak mundur saja. Pak nyemak proyek di PU ape ade taen tagihine pis? Yen be sing, tanggung jawab nae, tyang kasi waktu sampai besok, besok langsung pagi menghadap sik tyang!," (Bapak yang mengerjakan proyek taman di depan Pasar Gianyar ya? Kok tiga hari tidak bekerja, kalau sudah banyak dapat proyek jangan diambil proyek taman itu, kan terhambat jadinya. Bapak kan tahu saya konsen di Taman. Progress pertama sudah saya pantau, kedua kalau tidak bisa ngambil mundur saja. Bapak ambil proyek di PU apa ada dimintai uang? Kalau tidak, tanggung jawab, saya beri waktu sampai besok, besok langsung pagi menghadap ke saya)," cecarnya.
Sementara itu, berdasarkan pantauan di lapangan, proyek penataan taman di depan PRG memiliki Nomor Kontrak 640/1279/ PUPR/2202 mulai dikerjakan 23 Agustus 2022 dengan nilai kontrak Rp 1,3 Miliar lebih. Adapun lama pengerjaan adalah 120 hari kalender dengan konsultan perencana PT Tata Rencana Hijau, Konsultan Pengawas PT Kencana Adhi Karma, Kontraktor Pelaksana CV Sari Agung Merta Tatiapi Kelod Pejeng Kawan Tampaksiring.