Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pura Jadi Sasaran Aksi Vandalisme, Tuding Oknum Bendesa Berselingkuh

I Komang Gede Doktrinaya • Kamis, 13 Oktober 2022 | 14:34 WIB
AKSI : Aksi vandalisme yang ada di pura di Desa Sudaji yang menuding oknum Bendesa yang dituduh berselingkuh.  Ist
AKSI : Aksi vandalisme yang ada di pura di Desa Sudaji yang menuding oknum Bendesa yang dituduh berselingkuh.  Ist
SINGARAJA, BALI EXPRESS - Baru-baru ini beredar aksi vandalisme. Coretan yang terdapat di dinding rumah serta pura itu santer beredar di jeraring WhatsApp.

Dalam coretan itu pun tertulis 'Bendesa Memitre' (prajuru adat selingkuh) dan pada dinding rumah tertulis 'Bendesa Contoh, Memitre' (prajuru adat dicontoh, selingkuh). Sontak hal tersebut membuat masyarakat bertanya-tanya. Vandalisme itu muncul beberapa hari belakangan, namun tidak diketahui waktu pastinya.

Dikonfirmasi via telepon Rabu (12/10), Perbekel Desa Sudaji, Ngurah Fajar Kurniawan membenarkan adanya aksi vandalisme itu. Disebutkan ada tiga titik coretan yang memang merujuk pada oknum prajuru adat di Desa Sudaji. "Ada tiga. Satu di tangga pura desa, satu di pura Sang Kerti dan satu lagi di dinding rumah saya," tegasnya.

Dengan adanya aksi vandalisme di areal tempat suci, membuat pihak desa harus melakukan pembersihan. Perbekel Ngurah yang juga selaku Jro Mangku Gede menyatakan telah melakukan pembersihan dengan mengecat kembali areal yang tercoret. Akan tetapi, ia menyebut pembersihan secara niskala juga harus dilakukan.

"Coretan itu sekarang sudah dibersihkan. Tapi kan tidak cukup hanya mengecat saja. Itu wilayah suci, hendaknya dilakukan ritual juga, karena itu sudah masuk cuntaka," ungkapnya.

Ngurah Fajar juga mengakui aksi vandalisme itu sudah dua kali terjadi. Kejadian pertama juga merujuk pada oknum Bendesa. Saat itu beberapa unsur masyarakat melakukan vandalisme yang menginginkan oknum Bendesa turun jabatan.

Kejadian itu pun telah disikapi dengan paruman adat. Namun kini pihak desa masih menunggu situasi kondusif agar dapat dilakukan musyawarah ataupun paruman. "Kemungkinan -kemungkinan pasti ada. Tapi kami tidak bisa menuduh. Mungkin ada unsur masyarakat yang sama, mungkin juga tidak," terangnya.

Menyikapi hal tersebut, selain melakukan pembersihan secara niskala, pihak desa juga akan melakukan paruman adat. Editor : I Komang Gede Doktrinaya
#Lakukan Paruman Adat #Pura di Desa Sudaji #Pura Jadi Sasaran Vandalisme #Tuding Oknum Bendesa Berselingkuh