Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Marak Kerauhan Viral di Medsos, PHDI : Jangan Sakral Diprofankan

I Putu Suyatra • Rabu, 9 November 2022 | 03:38 WIB
KETUA : Ketua PHDI Provinsi Bali, I Nyoman Kenak. (ist)
KETUA : Ketua PHDI Provinsi Bali, I Nyoman Kenak. (ist)
DENPASAR, BALI EXPRESS - Maraknya vidio kerauhan yang viral di media sosial belakangan ini ditanggapi oleh Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali. Kerauhan yang sifatnya sakral seolah-olah akan menjadi bahan untuk bercanda, dan diviralkan untuk pengakuan semata.


Ketua PHDI Provinsi Bali, I Nyoman Kenak, menyampaikan biasanya orang yang benar - benar kerauhan akan menutup-nutupi dirinya, bukan sebaliknya ingin menonjolkan diri bahwa dia kerauhan dan viral di media sosial.


"Hal itu kan sifatnya sakral, sembunyi-sembunyi biasanya orang yang kerauhan. Tidak ada yang ingin kelihatan, kalau bisa generasi sekarang atau semeton Bali jangan hal yang begitu-begitu diviralkan," jelasnya, Selasa (8/11).


Nyoman Kenak yang merupakan mantan Ketua PHDI Kota Denpasar ini berharap jika yang ingin kelihatan sebaiknya jangan kerauhan.


Melainkan pada bidang yang lain dan lebih mengedukasi, yaitu mekidung dengan pengolahan nafas dan nyanyian dewa-dewa akan lebih bermanfaat.


Menurut Kenak, apalagi dengan makekawin, jauh lebih bagus lagi jika hal itu dikembangkan dan diviralkan, generasi muda suka makekawin dan mekidung menjadi viral itulah semestinya terjadi.


Menurutnya jika orang yang kerauhan, apalagi kelihatan kerauhan mengada-ngada akan merusak kesakralannya saja.


"Megending atau mekidung sepertinya lebih bagus. Ada dampaknya, kalau ingin kelihatan dan menonjol tunjukan kelebihan itu. Supaya jangan hal yang sakral dijadikan profan, tidak bener itu, kalau bisa kedepan jangan diviralkan di medsos kalau ada yang mengada-ngada kerauhan," tandasnya. (ade)
Photo
Photo
Editor : I Putu Suyatra
#sakral #I Nyoman Kenak #kerauhan #Ketua PHDI Provinsi Bali #phdi bali