Bali Era Baru diwujudkan dengan menata secara fundamental dan komprehensif pembangunan Bali yang mencakup tiga aspek utama. Mulai dari alam, manusia, dan kebudayaan Bali bersumber dari nilai-nilai kearifan lokal.
Sementara Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui lima bidang prioritas. Terdiri dari pangan, sandang, papan, kesehatan dan pendidikan, jaminan sosial dan ketenagakerjaan. Lalu adat, agama, tradisi, dan seni budaya, serta pariwisata. Kelima bidang tersebut didukung dengan pembangunan infrastruktur secara terkoneksi dan terintegrasi.
Gubernur Bali Wayan Koster memaparkan keseluruhan pencapaian pembangunan Bali ditandai dengan 44 tonggak peradaban penanda Bali Era Baru.
Hal yang pertama adalah sangat erat kaitannya dengan kehidupan di Bali, yakni terkait adatnya. Kedua, penggunaan busana adat Bali, merupakan identitas budaya Bali yang harus dijaga kelestariannya sepanjang zaman menghadapi perkembangan dunia global.
Ketiga, perekonomian adat Bali, desa adat memiliki potensi perekonomian yang perlu dikelola secara sistematis melalui Sistem Perekonomian Adat dalam wadah Baga Utsaha Padruwen Desa Adat (BUPDA).
Keempat, Gubernur Bali Wayan Koster melakukan upaya serius dan nyata untuk memperkuat keamanan di wawidangan desa adat, dilakukan dengan membentuk Sistem Pengamanan Lingkungan Masyarakat Secara Terpadu Berbasis Desa Adat (SIPANDU BERADAT), yang diatur dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 26 Tahun 2020 tentang SIPANDU BERADAT.
Kelima, pelindungan pura, pretima, dan simbol keagamaan, merupakan upaya sungguh-sungguh melindungi kesucian dan keluhuran warisan sakral Ida Bhatara, leluhur, lelangit, dan guru-guru suci Bali. Sehingga aura dan taksu gumi Bali rajeg terjaga sepanjang masa.
Keenam, tata titi kehidupan berbasis kearifan lokal Sad Kerthi, bertekad kuat menjadikan perayaan rahina Tumpek sebagai laku hidup dalam tata-titi kehidupan masyarakat Bali, berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi, dengan memberlakukan Surat Edaran Nomor 04 Tahun 2022.
“Kebijakan ini membentuk masyarakat Bali berkepribadian dalam kebudayaan, sutrepti, bahagia niskala-sekala, serta terwujudnya Bali kang tata-titi tentram kerta raharja,” paparnya.
Sedangkan selanjutnya ada memuliakan bahasa, aksara dan sastra Bali. Keberadaan bahasa, aksara, dan sastra Bali sangat mendasar dan vital yang otentik, kaya, unik, dan unggul.
Memuliakan keluhuran warisan budaya Bali, penguatan dan pemajuan kebudayaan Bali.
Kemudian, pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai. Pengolahan sampah berbasis sumber, Bali Pulau Organik. Pelestarian tanaman endemik Bali. Gumitir Bali Sudamala, Bali mandiri energi dengan energi bersih.
Ekonomi Kerthi Bali. Keseimbangan pembangunan antar wilayah Bali. Pariwisata berbasis budaya, berkualitas, dan bermartabat. Bangga produk lokal Bali, harkat arak Bali, cita rasa garam Bali. Pesona endek Bali, sumber daya manusia (SDM) Bali unggul, Bulan Bung Karno, pelindungan karya intelektual Bali, pelayanan kesehatan tradisional Bali, sistem pelindungan pekerja migran Indonesia krama Bali.
Bali Pulau Digital, Bali digital festival, pelindungan kawasan suci Besakih. Kawasan Pusat Kebudayaan Bali, Shortcut Singaraja-Mengwitani, Tol Jagat Kerthi Bali, Pelabuhan Segitiga Sanur-Sampalan-Bias Munjul, Bali Maritime Tourism Hub, Bendungan Sidan dan Bendungan Tamblang. Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali, dan Bali good governance.
Editor : I Komang Gede Doktrinaya