Perbekel Desa Jungutan Wayan Wastika menyebut, jembatan tersebut dibuat warga secara swadaya. Itu sudah dibuat sekitar dua bulan lalu. “Warga yang membuat secara swadaya,” ujarnya, Jumat (27/1).
Dari pantauan di lokasi, jembatan darurat itu cukup banyak yang melintasi. Karena dengan melintasi jalan tersebut setidaknya jarak yang di tempuh sedikit berkurang. Jembatan darurat itu hanya bisa dilintasi oleh kendaraan roda dua atau pejalan kaki. Terlihat yang melintas di jalan tersebut sangat berhati-hati.
Disinggung terkait perbaikan jalan tersebut, Wastika mengaku sudah menjadi prioritas Dinas PUPR Kabupaten Karangasem. Ia menyebut, itu akan diperbaiki di tahun 2023 ini. “Rencana dari Pemerintah Daerah menjadi prioritas di tahun 2023,” terangnya.
Di Desa Jungutan sendiri disebut ada sebanyak tiga titik jalan jebol. Sedangkan disana juga ada jalan yang tergerus. Itu terjadi di wilayah dua dusun, yakni Dusun Abiantiing Kaje dan Abiantiing Kelod. “Yang tergrus hampir menjadi sungai sekarang, belum bisa dilalui,” pungkasnya. (dir) Editor : I Dewa Gede Rastana