Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara di perayaan Bulan Bahasa Bali di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Kamis (2/2) menjelaskan, Bulan Bahasa Bali kali ini merupakan yang kelima kalinya, dimana pihaknya menginventarisasi sebanyak 227 peserta yang kebanyakan kalangan pelajar.
“Ada tujuh baga, diantaranya Pidato Bahasa Bali, Nyurat Aksara Bali, Mesatua, dan lainnya, dimana tema yang harus mereka angkat adalah tentang kehidupan dan lingkungan laut atau Segara Kerthi,” ujar Raka Purwantara di sela-sela pelaksanaan.
Laut menurutnya saat ini wajib dilestarikan mengingat kehidupan di laut sangat beragam. Selain itu, laut juga menjadi penunjang ekonomi warga, tetap dijaga kelestarian serta kebersihannya. “Laut merupakan sumber kehidupan, jadi kami angkat tema ini,” serunya.
Selain mensosialisasikan kehidupan laut, juga sejalan dengan pelestarian Bahasa Bali itu sendiri yang merupakan Bahasa Ibu bagi orang Bali. Langkah ini dilakukan supaya Bahasa Bali tidak punah, sehingga besar harapan pihaknya Bahasa Bali ini digunakan sebagai Bahasa sehari-hari. “Mulai dari lingkungan terkecil dulu, yakni kelurga, kemudian lingkungan kerja, dan sebagainya. Dan generasi muda dimulai dari anak-anak patut melestarikannya,” tegas Raka Purwantara.
Sementara untuk tema tahun lalu yang diangkat adalah Danu Kerthi, dimana konsep yang diterapkan memakai dua sistem, yakni daring dan luring, mengingat tahun lalu masih dalam situasi pandemi. Dan di tahun ini diperkirakan lebih semarak karena interaksi dan kegiatan dilakukan secara langsung tanpa adanya pembatasan.
Editor : I Komang Gede Doktrinaya