Manggala Pasikian Yowana Kota Denpasar, Anak Agung Made Angga Harta Yana saat dikonfirmasi Selasa (28/2) menjelaskan dalam lomba tahun ini dipastikan lebih banyak pesertanya dibanding tahun lalu. Sementara untuk juri dilibatkan sebanyak 15 orang yang merupakan praktisi ogoh-ogoh dan sastra. “Jadi jumlah pesertanya sekarang lebih banyak dari sebelumnya dan ogoh-ogoh mulai dinilai serentak tanggal 9 Maret mendatang,” ujar Harta Yana.
Dijelaskannya, untuk penjuriannya agar menjaga transparansi dan kenetralan, maka juri yang berasal dari salah satu kecamatan tidak diperbolehkan menilai di kecamatan asalnya. Hal ini meminimalisir kecurangan dan memunculkan lomba yang positif. “Sehingga juara nanti benar-benar menjadi yang terbaik tanpa embel-embel kecurangan atau semacamnya,” kata pemuda yang akrab disapa Gung Angga ini.
Dari data yang diperoleh untuk wilayah Kecamatan Denpasar Barat diikuti sebanyak 40 peserta, kemudian di Kecamatan Denpasar Selatan sebanyak 38 peserta, Kecamatan Denpasar Timur sebanyak 60 peserta, dan Kecamatan Denpasar Utara sebanyak 46 peserta. Lalu dari data lainnya, untuk tiga nominasi terbaik di masing-masing kecamatan pada lomba yang digelar tahun lalu yakni di Denpasar Utara diraih ST. Marga Yowana Banjar Marga Jati, ST. Chandra Metu Yowana Banjar Mekar Sari, ST. Eka Manggala Danendra Banjar Tengah. Kemudian di Denpasar Timur, peringkat pertama diraih ST. Eka Murti Yowana Banjar Kehen, disusul ST. Tunjung Mekar Banjar Tembau Kaja, dan ST. Dharma Satwika Banjar Kebonkuri Mangku.
Lalu di Denpasar Selatan, peringkat pertama diraih ST. Tunas Muda Banjar Dukuh Mertajati sekaligus meraih nilai paling tinggi di seluruh kecamatan. Kemudian disusul ST. Eka Laksana Banjar Gaduh, dan ST. Sari Sanggraha Banjar Pesanggaran. Dan di Denpasar Barat, peringkat pertama diraih ST. Eka Adnyana Banjar Alangkajeng Gede, disusul ST. Ruppti Banjar Titih, dan ST. Satria Yowana Banjar Alangkajeng Menak. Adapun juri yang dilibatkan tahun lalu itu yakni Komang Indra Wirawan, I Gede Anom Ranuara, Made Putra Bobie, AA Ketut Indra Sanjaya, dan Dwiaga Yogiswara. Editor : I Dewa Gede Rastana