Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Penolakan Tim Israel, Puspa Negara: Sungguh Sangat Paradoks

I Dewa Gede Rastana • Rabu, 29 Maret 2023 | 03:06 WIB
Ketua Aliansi Pelaku Pariwisata Marginal Bali (APPMB) I Wayan Puspa Negara
Ketua Aliansi Pelaku Pariwisata Marginal Bali (APPMB) I Wayan Puspa Negara
BADUNG, BALI EXPRESS – Surat penolakan Timnas Israel yang akan mengikuti Piala Dunia U-20 mendapat tanggapan dari berbagai pihak. Salah satunya Ketua Aliansi Pelaku Pariwisata Marginal Bali (APPMB) I Wayan Puspa Negara yang menilai surat dari Gubernur Bali Wayan Koster sangat paradox. Hal ini pun dinilai menimbulkan situasi tidak menentu dan kegundahan hati masyarakat, pecinta bola, dan pelaku pariwisata.

“Sungguh sangat paradox dengan langkah perjuangan & persiapan yang sudah sangat matang. Kami pelaku pariwisata sangat mengimpikan perhelatan FIFA world cup U20 ini, menjadi momentum perkuatan dan kecepatan recovery kepariwisataan,” ujar Puspa Negara, Selasa (28/3).

Menurutnya, Bali menjadi tuan rumah Drawing dan pelaksanaan Piala Dunia U-20 akan memberikan kontribusi besar dalam mempercepat pemulihan pariwisata dan perekonomian. Terlebih saat acara digelar, Bali kembali akan menjadi pusat perhatian dunia. Akan tetapi situasi ini berbanding terbalik dengan langkah Gubernur Wayan Koster yang mengirimkan surat kepada Menpora untuk menolak kehadiran  team Israel “Bali mendapatkan Public Relation yang semakin moncer dan kuat. Bahkan  saat di awal Pak Gubernur berharap acara drawing dan pelaksanaan FIFA World Cup U20 berlangsung secara aman, damai lancar dan sukses,” ucapnya.

Saat ini kondisi pariwisata Bali, lanjut Puspa Negara belum pulih 100 persen. Bahkan ia menyebutkan kepariwisataan Kuta baru tumbuh 36,5 persen dari normal. Sehingga ia berharap ajang Fifa World Cup U20 tetap berjalan sesuai agenda FIFA. Terlebih hingga kini ia mengetahui belum ada pernyataan resmi dari FIFA atas pembatalan Drawing dan Piala Dunia di Bali.

“Kalau pun hanya Drawing dipindahkan tidak masalah, namun jika sampai perhelatan FIFA World Cup U20 dibatalkan dan dialihkan ke negara lain maka runtuhlah harapan kita, harga diri bangsapun terlihat gelap,” tegasnya.

Disisi lain Puspa Negara pun mempertanyakan, akankah pemerintah mempersoalkan pelaksanaan Even World Beach Game di Bali. terlebih event pada  5-12 Agustus 2023 juga akan menghadirkan atlet dari Israel. “apakah ini juga akan dipersoalkan? Padahal di Maret 2022 tanggal 20 -22 maret telah hadir di Bali delegasi Israel dalam International Parliament Union dan aman aman saja, kenapa justru disaat Momentum kehausan bangsa ini akan sepak bola pentas di piala dunia ada persoalan dg israel? Apakah tidak ada jaminan keamanan dari pemangku kepentingan di negeri ini? Atau Bali tidak mampu menjaga keamanan saat Drawing & event berlangsung?,” tanyanya.

Pihaknya pun menganalogikan, pelaksanaan G20 yang menghadirkan perwakilan negara Rusia dan Ukraina telah berjalan sukses. Lalu untuk pelaksanaan event sepak bola ia meminta agar menepikan politik, intoleran dan Rasial. Terlebih sepak bola sangat menjunjung sportivitas.

“Bali terkenal sebagai pulau yang damai, indah, nyaman dan aman, kenapa harus terjadi penolakan ini ? Hanya gubernur yang tahu. Tetapi kami sangat kecewa dengan surat tersebut yang tidak merepresentasikan wajah masyarakat Bali pada umumnya. saran kami agar gubernur kembali  melihat government guarantee yang pernah disampaikan  dan menarik kembali surat tersebut dengan segera, dan berikan segera  government guarantee pada FIFA,” tutupnya. Editor : I Dewa Gede Rastana
#Sungguh Sangat Paradoks #Puspa Negara #Tim Israel #penolakan