Hal itu terungkap di sela-sela kegiatan Hari Wayang Sedunia yang digelar di Kawasan Lapangan Lumintang dan Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Jumat (28/4). Wakil Sekjen UNIMA yang juga leader UNIMA Festival ini, Maria Theresia Widiastuti menjelaskan negara-negara anggota UNIMA sempat takjub bahwa ada kelas pedalangan di Indonesia yang sudah mulai diajarkan dari tingkat sekolah. “Padahal di negara lain, kelas khusus wayang itu baru diberikan di tingkat sarjana atau kuliah. Jadi ini sebuah kebanggaan untuk kita,” ujar Maria.
Oleh karena itu, dalam memeriahkan UNIMA Festival yang digelar selama dua hari ini, pihak penyelenggara kemudian mengadakan workshop di SMKN 3 Sukawati dengan pembahasan utama bagaimana menjadi dalang yang kekinian dengan konsep atau versi yang berbeda. Namun tidak melupakan marwah dari wayang itu sendiri. “Dari hasil workshop itu mereka akan pentaskan hasil karya-karya mereka,” jelasnya.
Kemudian di hari kedua, Sabtu (29/4) hari ini, panitia menerapkan konsep yang berbeda dengan memilih beberapa lokasi yakni di Lapangan Lumintang Utara dan Selatan, Gedung DNA, dan Mall Beachwalk dimana di hari kedua ini lebih fokus ke wayang tradisi dan wayang kontemporer. “Wayang sebenarnya tidak kehilangan penonton tapi bagaimana kita mempromosikannya. Langkahnya kita bikin digital, seperti contoh Wayang Bharatayuda dibikin 13 seri dan itu laku karena buat modern seperti manga di Jepang. Tergantung sekarang bagaimana promosi keterlibatan ekosistem seperti sekolah dan sebagainya untuk bikin tertarik,” bebernya.
Lantas bagaimana Indonesia atau Bali bisa menjadi tuan rumah UNIMA Festival ini? Maria menjelaskan, Indonesia bukan ditunjuk, melainkan menang suara dalam pemilihan tuan rumah UNIMA Festival ini. "Sebenarnya Indonesia sudah menang saat pemilihan di tahun 2016 lalu dengan melawan Korea Selatan. Namun karena pandemi, baru tahun 2023 ini bisa terlaksana. Dan kebetulan dalam proses pemilihan itu, kami mengenalkan Wayang Bali sebagai ikon kami,” tegasnya.
Dalam UNIMA Festival ini, terdapat 34 negara ikut serta seperti diantaranya Cina, Korea Selatan, Italia, Spanyol, dan negara-negara di Afrika. Sementara anggota UNIMA saat ini mencapai 100 lebih negara dengan kantor pusat berada di Perancis. UNIMA pertama kali dibentuk tahun 1929 di Praha.