Sayangnya tak banyak yang mengetahui bagaimana kondisi Bupati Gianyar periode 1993-2003 itu saat ini. Padahal dulu ia lah yang mencetuskan ide untuk membangun Pasar Gianyar, Stadion Kapten Dipta, Balai Budaya Gianyar hingga Bypass Dharma Giri.
Saat ditemui di Puri Mahasari di Banjar Ubud Kelod, Kelurahan Ubud, Kecamatan Ubud, Gianyar, Tjokorda Putra Teja Kusuma, 28, yang merupakan putra ketiga CBS menuturkan bahwa saat ini kondisi sang ayah cukup sehat. Walaupun sebelum pandemi, kondisi kesehatan CBS sempat drop bahkan sempat jatuh saat berolahraga di Puri. "Sekarang sudah sehat, tapi ya karena usia saja. Sekarang biasa jalan-jalan," ujarnya Selasa (16/5).
Hanya saja memang CBS cenderung menghindari keramaian namun biasa berbincang santai secara personal. "Dulu juga sempat sakit Prostat tapi sudah ditangani dan sekarang tidak ada sakit. Mungkin hanya faktor usia saja," bebernya.
Saat ditanya mengenai Puri mewarisi darah politik, apakah nanti ada penerusnya ? Tjokorda Teja menjelaskan bahwa dirinya tiga bersaudara, dimana kakak pertama tinggal di Jepang dan berprofesi sebagai Manajer Hotel. Kakaknya yang merupakan seorang dosen bidang ekonomi di Universitas Ngurah Rai. Sedangkan ia sendiri berkecimpung di dunia bisnis mulai dari clothing brand, garmen, hingga supplier bahan bangunan. "Mungkin nanti kedepan kakak nomor dua penerusnya. Saya penerus seputaran bisnis saja, belum ada kefikiran kesana lah," jelasnya.
Terlebih kata dia, orang tuanya tidak ada yang mengarahkan anak-anaknya terjun ke dunia politik. Sebab menurutnya sang ayah selalu mengatakan jika politik tidak bisa dipaksakan, harus mengalir. "Beliau bilang terserah kamu mau kemana, misalkan dibidang fashion, cuman kembali kepada anak-anaknya," sebutnya
Ia pun saat ini masih fokus pada bisnisnya. Yang saat ini sedang menggarap sebuah project bersama teman-temannya sesama anak muda yakni mendirikan brand lokal bertemakan nusantara. Ia juga kedepannya ingin punya media karena memang memiliki ketertarikan ke arah sana.
Dan berasal dari keluarga besar yang memiliki darah pelaku pariwisata, ia berharap generasi muda dapat terlibat dalam pariwisata di Ubud dan Gianyar. Apalagi saat ini kawasan wisata Ubud tidak bisa lepas dari label macet. "Harapan saya saat ini ada solusi atas hal tersebut, dari desa dan pihak kepolisian bagaimana penertiban parkir dilakukan. Mudah-mudahan konsisten penertiban itu, dan kita berharap kantong-kantong parkir yang memadai. Misalnya orang yang punya restoran agar menyediakan karyawan parkir biar tidak memarkir kendaraannya dijalan, atau kedepan biar ada Suttle Bus, jadi kedepannya lebih tertib," terangnya.
Sebagai mantan pemguasa Gianyar yang bahkan pernah disebut menjadi calon Gubernur Bali, menurutnya sejauh ini belum ada tokoh politik yang datang untuk meminta petunjuk kepada sang ayah. "Untuk saat ini belum ada, tapi ada yang datang sebatas ngobrol biasa sambil menjenguklah. Kalau pembahasaan politik belum dengar dan tidak ada," tandasnya. (ras
Editor : I Dewa Gede Rastana