Tempat yang dikunjungi yakni Pantai Kelingking, Pasih Uug, Anggel Billabong, SPAB Mata Air Penida, Crystal Bay, dan Pelabuhan Bias Munjul Ceningan. Mereka juga meninjau rencana jembatan baru penyeberangan Ceningan-Lembongan dengan masterplan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Nusa Penida, yakni aksebilitas jalan, abrasi pantai (Tanggul Penanganan Pantai), air bersih dan air minum, telekomunikasi dan persampahan, serta pencana pengembangan daya tarik wisata KSPN Nusa Penida.
Ervan Maksum mengatakan, kedatangnya ke Nusa Penida untuk melihat langsung apa saja menjadi suporting dari pemerintah pusat untuk mempercepat KSPN Nusa Penida menjadi lebih masif. Masalah terhadap infrastruktur jalan dan tanggul, pihaknya meminta saling berkordinasi dalam penanganan ini.
Selain itu, masalah air minum dan air baku masih diselenggarakan agar kedepannya semua terlayani air bersih. Sementara jembatan penghubung Nusa Ceningan menuju Nusa Lembongan yang menjadi hal penting dalam mendukung Pelabuhan Bias Munjul. Lebih lanjut untuk menyiapkan readiness kriteria yang harus dibutuhkan. “Siapkan dan ajukan yang menjadi kebutuhan, lebih lanjut nanti akan dikolaborasikan, dan pemerintah daerah terus berkomunikasi,” ucapnya.
Atas peninjauan itu, Bupati Suwirta pun mengucapkan terimakasih kepada Deputi yang sudah mau datang ke Nusa Penida untuk memberikan support terhadap pulau ini yang secara jelas sudah dilihat langsung situasi yang ada di Nusa Penida.
Seiring dengan pesatnya perkembangan pariwisata Nusa Penida, banyak keluhan yang muncul. Seperti keluhan pada infrastruktur, kemacetan, air bersih, listrik dan banyak lagi. “Kami di kabupaten tidak bisa bekerja sendiri dengan kolaborasi. Kami berharap bapak Deputi bisa mengurai dan mempercepat masalah yang dihadapi. Sehingga potensi yang sudah ada bisa berlangsung lama dan membuat tamu lebih nyaman ada di Nusa Penida,” harap Bupati Suwirta (nan)