Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Lewat Lukisan, Komang Loster Buktikan Penyintas Skizofrenia Bisa Berkarya

I Dewa Gede Rastana • Minggu, 25 Juni 2023 | 21:19 WIB
KARYA : Komang Sudiarta, 40, bersama karya lukisannya. (
KARYA : Komang Sudiarta, 40, bersama karya lukisannya. (

 

GIANYAR, BALI EXPRESS - Seorang penyintas Skizofrenia, Komang Sudiarta, 40, asal Banjar Yeh Tengah, Desa Kelusa, Kecamatan Payangan, Gianyar, membuat sebuah karya lukisan yang memukau bahkan sangat sudah sering mengikuti pameran lukisan dalam daerah maupun nasional.


Hal itu dilakukan untuk membebaskan diri dari stigma masyarakat jika mengalami skizofrenia sangat sulit untuk beraktifitas apalagi berkarya. Bahkan lebih mudah seorang penjahat koruptor membebaskan diri dari nama buruknya.


Lelaki yang akrab dipanggil Komang Loster sejatinya memang hobi melukis. Namun pada tahun 2010 silam ia sempat mengidap Skizofrenia. Ia kemudian menjalani pengobatan di Rumah Berdaya Denpasar sampai pulih. Pasca pemulihan, Komang Loster yang juga suka bermain musik ini kemudian menambah pengetahuan seni rupa di Miniatur Painting Keliki, sehingga karya lukisnya memiliki corak tersendiri.

 


"Melukis ini adalah jawaban saya terhadap stigma di masyarakat. Sebagai orang yang pernah mengidap Skizofrenia, sangat sulit diterima masyarakat dan dianggap sampah, tidak berguna," jelas pria yang menamatkan pendidikan di SMK 1 Sukawati tahun 2002 tersebut.


Dalam mengisi waktu luang, disamping membuat lukisan ia juga membuat patung dan sudah menyelesaikan satu set Tapel Topeng Sidakarya.


Kemudian dalam karya lukis, ia lebih banyak menampilkan cerita tradisi Bali terkait dengan realitas kehidupannya sehari-hari. Lukisan karyanya pun biasa dibandrol dengan harga Rp 5 Juta hingga Rp 10 Juta. "Satu lukisan biasanya selesai dalam 20 hari. Kalau mood lagi bagus bisa selesai dalam seminggu," lanjut.


Tak main-main, selama berkarya ia sudah mengikuti pameran bersama dengan Om Hara Kailasa di Museum Puri Lukisan (2023), Pameran bersama Ketemu Project di Art Jakarta (2022), Pameran Bersama Now Is a Good Time, Uma Seminyak Bali, by Ketemu Project (2019), Pameran bersama di Oak Wood Art, Virginia Amerika (2019), Pameran bersama di Social space, Singapura, by Ketemu project (2018) dan pameran lain berskala regional Bali.

Baca Juga: Sekaa Pemuda di Sayan, Lestarikan Lukisan Young Artist


Dan pada PKB ke- 44 tahun 2023 ini, Komang Loster ikut berpartisipasi memamerkan lukisannya yang terinspirasi cerita Calonarang. "Saya fokus pada air karena kita hidup harus memahami sifat-sifat air, sifat yang menghanyutkan dan menenggelamkan, dan juga menumbuhkan," jelasnya. Ditambahkan lotus atau teratai, filosofinya bahwa setiap orang bisa berbuat baik di lingkungan yang buruk, dan tangan yang membuat kita berpenghasilan, rejeki mengalir deras jika kita giat bekerja," tandasnya. (*)

Editor : I Dewa Gede Rastana
#skizofrenia #pameran #penyintas #berkarya #lukisan