SINGARAJA, BALI EXPRESS - Penyakit menular seksual di Buleleng tahun 2023 mengalami peningkatan. Hingga Juni 2023, tercatat 36 kasus raja singa atau sifilis. Data itu diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dokter Sucipto menerangkan, jumlah tersebut merupakan sebagian kecil dari kasus yang berhasil didata. Ia mengakui sejatinya kasus penyakit menular seksual seperti raja singa ini masih banyak terjadi. Biasanya hal-hal yang menyangkut penyakit menulat seksual bersifat pribadi. “Ini layaknya fenomena gunung es. Yang terlihat hanya segelintir. Padahal banyak terjadi. Kami harap bagi yang mengalami segura berkonsultasi agar mendapat perawatan yang tepat,” terang Sucipto, Minggu (25/6) siang.
Sementara itu dari data Kementerian Kesehatan RI, pada tahun 2022, Bali menduduki peringkat kelima kasus Raja Singa tau Sifilis. Sebanyak 53.876 orang yang dites, 1.300 dinyatakan positif.
Akan tetapi anger kasus terse but disangsikan Anggota Komisi IX DPR RI, Ketut Kariyasa Adnyana. Ia mempertanyakan kevalidan data kasus yang menyatakan Bali memiliki angka kasus yang tinggi. “Apakah valid atau tidak. Surveynya dimana saja. Biasanya kalau kasus penyakit ini mereka tersembunyi. Berobatya secara pribadi. Lalu dengan tingginya kasus ini data-data darimana dan bagaimana,” kata dia.
Kariyasa mengklaim jika angka kasus tinggi maka akan berpengaruh juga dengan anggaran yang dikeluarkan oleh pemerintah sebagai langkah penanggulangan. “Jangan sampái ketika buat program mencantumkan data yang tidak sesuai,” ungkapnya. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana