SINGARAJA, BALI EXPRESS- Berwisata ke Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng rasanya sudah tidak asing lagi. Sebagian besar wisatawan yang datang ke desa ini memburu lokasi petik strawberry. Terlebih kini sudah dikembangkan strawberry Jepang yang rasanya lebih manis.
Kini ada pilihan lain selain wisata petik strawberry. Yakni wisata petik anggur Brazil. Anggur ini dikembangkan Ketut Latra. Namanya anggur Brazil. Bentuknya bulat seperti anggur lokal pada umumnya, tapi ukurannya lebih besar. Bahkan bisa mencapai ukuran tomat ceri. Bedanya anggur Brazil ini tidak tumbuh bergerombol dalam satu tangkai.
Buah anggur ini tumbuh secara satuan tetapi bergerombol pada batang pohonnya. Warna buahnya hitam mengkilat. Soal rasa tidak jauh beda dari anggur hitam lokal pada umumnya. Manis, asam segar. Daging buahnya putih dengan tekstur yang lembut. Buah ini juga berbiji. Lebih besar pula dari biji anggur hitam lokal.
Pohon anggur Brazil tidak merambat seperti pohon anggur pada umumnya. Pohon anggur Brazil seperti pohon keras lainnya yang tumbuh menjulang. Pohonnya juga memiliki banyak cabang. Pada cabang-cabang itulah buah anggur ini tumbuh.
Memetik buah anggur Brazil sensasinya seperti memetik tomat. Rasanya pun seperti menggenggam bola bekel. Perkebunan yang dikelola Ketut Latra ini cukup luas. Letaknya tepat di belakang masjid dekat dengan Pasar Pancasari, Buleleng.
Jika dari arah Denpasar letaknya di kanan jalan. Tidak sulit menemukan tempatnya. Pohon-pohon anggur yang rimbun juga dapat dilihat dari pinggir jalan raya Singaraja- Denpasar.
Selain dapat menikmati sensasi petik anggur Brazil dan menikmati langsung rasanya, pengunjung juga bisa melakukan berbagai swafoto. Kebun yang hijau dengan suasana sejuk cocok untuk berlibur. Dari sudut mana pun foto Anda akan terlihat apik dan instragramable. (*)