Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tren Kasus DBD di Buleleng 2023 Menurun, Banyuning Terbanyak, Penarukan Terendah

Dian Suryantini • Kamis, 6 Juli 2023 | 03:44 WIB

 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr Sucipto
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr Sucipto

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Tren kasus demam berdarah di Buleleng hingga awal Juli 2023 menurun. Namun dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng beberapa desa/kelurahan menjadi fokus penanganan demam berdarah. Dari data per tanggal 4 Juli 2023, Kelurahan Banyuning, Kecamatan Buleleng menjadi lokasi persebaran kasus terbanyak. Sedangkan Kelurahan Penarukan, Kecamatan Buleleng menjadi lokasi persebaran terendah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Sucipto menyatakan, dari data yang terhimpun di Dinas Kesehatan, Kelurahan Banyuning memiliki kasus sebanyak 35 catatan. Sementara Kelurahan Penarukan ada 9 catatan kasus. “Ada beberapa desa/kelurahan yang juga punya catatan kasus,” singkatnya.

Selain Banyuning dan Penarukan, ada 13 desa/kelurahan yang memiliki catatan kasus demam berdarah. Diantaranya, Desa Tejakula 27 kasus, Desa Sambangan 22 kasus, Desa Patas 19 kasus, Desa Panji 19 kasus, Desa Bungkulan 17 kasus, Kelurahan Banjar Tegal 16 kasus, Desa Sambirenteng 14 kasus, Desa Gerokgak 14 kasus, Desa Kubutambahan 13 kasus, Desa Bondalem 13 kasus, Desa Pemaron 12 kasus, Desa Les 11 kasus dan Desa Anturan 11 kasus.

Sementara dari jumlah tersebut, di awal bulan Juli ini tidak ada pasien yang dirawat di rumah sakit. Jumlah itu mengalami penurunan dari bulan sebelumnya yang berjumlah 67 pasien. Dinas Kesehatan Buleleng pun mencatat per tanggal 4 Juli 2023, angka kematian akibat demam berdarah 0. Berbeda dengan tahun 2022 tercatat 2 pasien yang meninggal lantaran demam berdarah. Selama 10 tahun terakhir, angka kematian terbanyak yang tercatat pada Dinas Kesehatan Buleleng adalah pada tahun 2016 sejumlah 15 pasien. (*)

 

Editor : I Dewa Gede Rastana
#bali #tren #dinas kesehatan #dbd #demam berdarah #buleleng