DENPASAR, BALI EXPRESS - Desa Adat Padang Luwih, Desa Dalung, Kuta Utara sebagai duta Kabupaten Badung membawakan kesenian klasik Tari Sang Hyang Sengkrong dalam Rekasadana PKB ke-45, di Wantilan Taman Budaya, Art Center, Rabu (5/7).
Pergelaran tari wali Sang Hyang Sengkrong tersebut memberikan kesan berbeda, sebab Duta Kabupaten Badung diwakili oleh kaum milenial. Apalagi tari wali ini jarang ditarikan, terkecuali ada kegiatan pujawali di desa adat setempat.
Pembina tari wali Sang Hyang Sengkrong, I Made Agus Adi Santika Yasa mengatakan, pelaksanaan tari wali dilakukan setiap pujawali Purnama Kapat. Tapi sebelum direkonstruksi, yang ditarikan hanyalah gelungannya, yakni gelungan ditaruh di atas bokoran dan diturunkan. "Namun kami generasi muda di Padang Luwih merekonstruksi menjadi sebuah tari untuk kelangsungan budaya yang diwariskan oleh leluhur kami," ujarnya, Kamis (6/7).
Pihaknya juga berharap generasi muda Bali tetap menjaga kelestarian leluhur, walaupun boleh kemasannya kekinian, tapi tetap menjaga pakem budaya Bali.
Sementara Ketua Komunitas Seni Klasik di Jalan Raya Dalung, Nyoman Puspa Negara menerangkan, pihaknya mewakili duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali ke-45 menampilkan pementasan seni klasik Tari Wali Sang Hyang Sengkrong. "Tari wali ini menonjolkan atau menyimbolkan kemakmuran serta menciptakan keharmonisan. Jadi harapan kami dari sanggar komunitas seni klasik, agar para generasi muda bisa ikut melestarikan kesenian klasik dan tetap semangat berkarya,"paparnya.
Lebih lanjut dijelaskan, Desa Adat Padang Luwih sangat terkenal dengan kehidupan agraris serta memiliki wilayah yang luas dan subur. Sesuai dengan namanya, Padang merupakan daerah, Luwih berarti subur. Pada masa kejayaan Kerajaan Mengwi, Desa Adat Padang Luwih memiliki salah satu kesenian Tari Wali yang sangat unik yaitu tari Sang Hyang Sengkrong dan biasanya di pentaskan pada saat kemarau panjang dengan tujuan untuk memohon hujan.
Tari Sang Hyang Sengkrong merupakan simbol keberkahan dan kemakmuran yang menggambarkan Bhatara Sri dan Bersama saudaranya Bhatara Sedana yang turun dari khayangan ke mercepada (bumi) untuk memberikan berkah berupa kesuburan tanah dan kemakmuran umat.
"Dalam kesempatan ini kami menyajikan pementasan kesenian klasik dengan konsep pengarjan untuk menyampaikan cerita tari wali Sang Hyang Sengkrong guna merekontruksi tari wali yang sudah ada sebelumnya di Desa Adat Padang Luwih," jelasnya.
Editor : Nyoman Suarna