Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Bencana Banjir Bandang Tahun Lalu di Penyaringan, Jembrana, Sisakan Masalah Air Bersih

Gede Riantory Warmadewa • Senin, 10 Juli 2023 | 22:58 WIB
PINJAMAN: Toren yang pinjaman BPBD ini dimanfaatkan Kelompok Air Telaga Biru, Banjar Tibu Beleng Tengah, Desa Penyaringan Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali.
PINJAMAN: Toren yang pinjaman BPBD ini dimanfaatkan Kelompok Air Telaga Biru, Banjar Tibu Beleng Tengah, Desa Penyaringan Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali.

JEMBRANA, BALI EXPRESS - Banjir bandang yang sempat melanda sebagian Desa Penyariangan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali, pada pertengahan Oktober 2022 lalu masih menyisakan masalah bagi warga terdampak. Banjir yang terjadi akibat meluapnya air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Biluk Poh itu memutus jaringan induk PDAM Tirta Amertha Jati sebagai pemasok utama air bersih untuk warga desa setempat.

Kepala Desa Penyaringan I Made Dresta dikonfirmasi Senin (10/7) mengatakan warga di delapan banjar yang ada di Desa Penyaringan hingga saat ini masih belum sepenuhnya bisa menikmati air bersih. Kondisi itu diakibatkan putusnya salah satu jaringan pipa induk milik PDAM akibat diterjang banjir bandang.

“Ada delapan banjar yang terdampak air bersih, akibat pipa induk milik PDAM putus tersapu banjir pertengahan Oktober 2022 lalu,” ujarnya.

Untuk menyikapi kondisi itu, beberapa warga diakui Dresta kemudian membentuk kelompok-kelompok yang secara swadaya menyalurkan air dari sumber mata air yang tersebar di wilayahnya.

“Saat ini ada sekitar sepuluh kelompok air, dalam waktu dekat akan kami kukuhkan,” paparnya.

Namun sebelum pengukuhan, pihaknya akan mengundang seluruh kelompok air yang ada untuk rapat bersama pihak dari PDAM serta Dinas PU. Tujuannya agar warga yang tergabung dalam kelompok air itu mengetahui seperti apa rencanya dari pihak PDAM.

“Kami akan kumpulkan bersama dinas terkait, nantinya ada jaringan PDAM yang melintasi area yang saat ini dilayani oleh kelompok secara swadaya. Jadi mereka nanti bisa memutuskan apakah tetap ikut kelompok air, atau lewat jaringan PDAM,” terangnya.

Kendala air bersih yang terjadi di wilayahnya itu, disebutnya juga mendapat atensi dari Polres Jembrana. Bahkan Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana beberapa waktu lalu telah menyerahkan satu unit bak penampungan air bersih di wilayah Banjar Pangkung Kua.

“Selain kelompok air, ada juga bantuan bak penampungan dari Polres Jembrana. Saya mewakili warga, sangat berterimakasih kepada Pak Kapolres atas kepedulian belaiu kepada warga kami di Desa Penyariangan,” sambungnya.

Sementara itu salah satu koordinator kelompok air di Banjar Tibu Beleng Tengah, I Gede Merta Yoga kepada Bali Express (Jawa Pos Group) mengatakan pihaknya saat ini baru bisa memfasilitasi air bersih kepada warga yang tinggal di 20 rumah. Pasca terputusnya aliran air bersih karena banjir bandang, ia bersama beberapa warga terdampak berinisiatif secara swadaya mencari sumber mata air untuk disedot dan dipergunakan sehari-hari.

“Kebetulan ada sumber air dekat bendung Tibu Beleng Tengah, lokasinya bersebelahan dengan lahan milik saya sendiri,” ujarnya.

Lokasi sumber air lanjut Gede Merta berjarak kurang lebih 800 meter hingga ke tempat penampungan sementara. Untuk bak penampungan sendiri disebutnya merupakan tandon berkapasitas 2.300 liter milik BPBD Jembrana.

“Tandon dapat pinjam di BPBD Jembrana. Biaya pipa dan lain-lain yakni dari sumber air (dibawah) hingga ke tandon dari saya sendiri. Sedangkan untuk sambungan pipa yang ke rumah warga, itu dibebankan ke masing-masing pemilik rumah,” terangnya.

Untuk menaikkan air ke tandon saat ini pihaknya menggunakan mesin pompa air dengan kapasitas 1 hp. Pihaknya berharap kondisi ini dapat segera teratasi, sehingga warga yang terdampak bisa kembali mendapatkan dan memanfaatkan air bersih secara normal. “Pompa airnya kapasitas kecil, tidak sebanding dengan keperluan air anggota sehari-hari. Semoga segera ada solusi,” pungkasnya.

Editor : I Putu Suyatra
#bali #bencana #penyaringan #air bersih #banjir #jembrana